Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

 
Foto : Terpidana Kasmu (tengah) diapit tim Jaksa saat dieksekusi. (Abd Salam,memo)

Surabaya-Memo. Upaya kasasi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Surabaya berbuntut eksekusi terhadap pelaku pencabulan atas terdakwa Kasmu (41) yang merupakan Ketua Komisi A DPRD Bangkalan Madura, Jawa Timur.  Eksekusi tersebut dilaksanakan menyusul setelah permohonan JPU Kejaksaan Negeri Surabaya dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA), sehingga Mahkamah Agung memutuskan pelaku terbukti berbuat cabul terhadap perempuan dibawah umur dan menghukum terpidana Tujuh tahun Enam bulan penjara serta harus membayar denda Rp 100 juta subsider Enam bulan kurungan. 

Proses eksekusi yang dilakukan oleh tim Jaksa selaku Eksekusekutor pada hari Senin (22/01/2018) lalu mendatangi kantor terpidana Kasmu digedung DPRD Bangkalan itupun berjalan dramatis tanpa ada perlawanan. Pada saat dieksekusi Kasmu sedang memimpin rapat sekitar pukul 12:00 wib.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Richard Marpaung menyampaikan, 

"Terpidana dieksekusi saat memimpin rapat. Tidak ada perlawanan dari saat di eksekusi. Yang bersangkutan dibawa ke Lapas Porong," terang, Richard pada media hari Selasa (23/01/2018).

Perkara ini berawal dari penggerebekan petugas Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim di Hotel Oval Surabaya, pada 2 Februari 2015 silam. Saat itu, polisi menyelidiki kasus penembakan terhadap aktivis di Bangkalan, Madura. Nah, di salah satu kamar hotel polisi memergoki Kasmu bersama perempuan di bawah umur dan selanjutnya Kasmu diadili karena kasus pencabulan. 

Di pengadilan tingkat pertama, Kasmu dinyatakan tidak terbukti melakukan perbuatan cabul. Selanjutnya Jaksa Penuntut Umum Kejari Surabaya melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung dan dikabulkan. 

"Karena putusannya sudah inkracht, kemudian dieksekusi jaksa,"pungkasnya.
(sl/mt)

Posting Komentar