Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Rumah Tahanan (Rutan) kelas I Medaeng Surabaya. (Moch Toha,memo)

Sidoarjo-Memo. Lembaga anti rasuah titipkan dua tersangka dugaan kasus pengadaan barang dan jasa dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur, tahun anggaran 2017 ke Rumah Tahanan (Rutan) kelas I Medaeng Surabaya dan Lapas Delta kelas II Sidoarjo . Seperti yang telah banyak diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan mantan Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko dan Edi Setyawan dalam dugaan kasus suap proyek belanja modal dan pengadaan mebel  di Pemkot Batu tahun anggaran 2017 senilai Rp. 5,26 miliar.

Kasus suap yang menyeret Eddy Rumpoko saat itu menjabat Wali Kota Batu, juga menjerat tersangka lain diketahui bernama Filipus seorang pengusaha diduga pemberi suap berupa uang terhadap dua tersangka yakni, Eddy Rumpoko dan Edi Setyawan.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menyampaikan,Keduanya terancam dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Filipus dalam kasus ini akan dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng kelas I Surabaya, Bambang Haryanto menerangkan, pihaknya telah menerima salah satu tersangka dalam dugaan kasus suap pengadaan barang dan jasa, yakni Edi Setyawan sekitar pukul 17.00 WIB.

"Edi Setyawan saat ini dititipkan KPK di rutan Medaeng. Sedangkan Eddy Rumpoko dititipkan di Lapas Delta kelas II Sidoarjo."terangnya.

Masih lanjut Bambang Haryanto, dua tersangka tahanan KPK itu dititipkan karena proses sidangnya akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya dijalan Juanda, Sidoarjo. (mth)


Posting Komentar