Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Junaidi dan RS National Hospital Surabaya. (Abd Latif,memo)

Surabaya-Memo. Kasus pelecehan seksual terhadap pasien dirumah sakit National Hospital Surabaya kali ini mendapat sorotan tajam dari Komisi D DPRD Surabaya. Komisi yang membidangi kesehatan ini meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya untuk turun melakukan infestigasi dengan membentuk team Satuan Tugas (Satgas).

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Junaidi saat ditemui diruanganya oleh media. Politisi muda dari Fraksi Demokrat ini meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk bertindak tegas bila mana nanti terbukti terkait kasus pelecehan terhadap pasien itu. Menurutnya, itu sebuah pelanggaran berat dimana pasien (korban) yang seharusnya mendapatkan perwatan dan pelayanan serta kenyamanan secara medis, bukan malah diperlakukan tidak senonoh dengan digerayangi (maaf) payudaranya seperti yang ada dalam vidio tersebut.

"Saya meminta kepada dinas kesehatan kota surabaya, membentuk tim satgas turun kelapangan untuk melakukan penyelidikan bersama pihak kepolisian."tegas, Junaidi.

Lebih jauh anggota legislatif yang akrap disapa cak Jun ini berharap, dalam proses penyelidikan bila kasus pelecehan seksual terbukti, maka harus dilakukan tindakan tegas secara hukum bila perlu izin rumah sakit dicabut oleh Dinas Kesehatan Kota Surabaya.

"Jika terbukti dilakukan oleh oknum perawat harus ditindak tegas secara hukum bila perlu Dinas Kesehatan Surabaya mencabut izin rumah sakit karena teledor."imbuhnya.

Sementara disinggung dengan kondisi pasien, kembali politisi muda Demokrat ini menambahkan, pasien harus pendampingan psikolog atau psikiater bersama Bappemas Kota Surabaya agar pasien (Korban) tidak mengalami trauma, agar kasus pelecehan seksual ini tidak terjadi lagi. (al/rif)

Posting Komentar