Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Ilustrasi

Sampang-Memo. Hampir tiap tahun Musibah banjir bandang menimpa warga Sampang. Kali ini banjir bandang kembali terjadi pada hari Selasa (05/12/2017) meratakan tanah milik petani petambak garam di Desa Disanah, Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang. Dalam bencana ini ribuan ton garam milik petani petambak garam Desa Sreseh hanyut tergerus banjir bandang. 

Pasalnya, Stock garam ribuan ton milik petambak garam tersebut yang rencana akan dijual bulan depan kini hanya tinggal harapan. Ironisnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang sejak awal terjadi banjir hebat puluhan tahun yang lalu, hingga menyebabkan korban jiwa tenggelam saat itu, sampai saat ini belum ada upaya perbaikan yang signifikan. 

Mengingat dalam program pembangunan infrastruktur adalah salah satu program utama pemerintah pusat, sehingga pemerintah menyalurkan dana yang sangat besar nilainya ke setiap daerah. Program itu diresmikan sejak tahun 2015 silam, penyalurannya melalui Pemerintah Daerah (Pemda) untuk selanjutnya disalurkan ke Pemerintah Desa (Pemdes) melalui Dana Desa (DD). 

Abd. Muid Salah satu petambak garam asal Desa Disanah menuturkan, bahwa musibah ini merupakan musibah terbesar sepanjang tahun. 

"Garam ribuan ton hanyut diterjang banjir. Banyak Warga yang menangis bahkan pingsan". Ujar, Muid pada memojatim, hari Kamis (07/12/2017).

Lebih jauh laki-laki paru baya ini saat bercerita tentang duka yang menimpanya, dirinya sudah merencanakan hasil dari bertani garam akan dibuat untuk membiayai anaknya sekolah. Namun, setelah banjir bandang menerjang desanya beberapa hari yang lalu, semua angannya menjadi kandas.

"Stock garam yang hasil penjualannya nanti dipersiapkan untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari, biaya putra putri disekolah serta untuk memperbaiki rumah semuanya tinggal harapan,"papar, Muid sambil menghela nafas panjang sesekali terlihat matanya berlinang.

Selain Desa Disanah di desa lainpun se-kabupaten Sampang juga mengalami hal yang sama. Petambak Garam mengalami banyak kerugian hingga puluhan juta. (Hn/Rif)

Posting Komentar