Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Bupati Bojonegoro Drs. Suyoto M.Si., bersama Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro SH. SIK. MH., dan Dandim 0813/Bojonegoro saat apel tiga pilar. (Kusmani,memo)

Bojonegoro-Memo. Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu Daerah yang memiliki tingkat kerentanan bencana banjir yang cukup tinggi, hal itu karena Bojonegoro dilalui Sungai Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Jawa Timur, sering mengalami luapan air disaat musim hujan.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi bencana, dilakukan Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana, di Makodim 0813 Bojonegoro pada Kamis 28 Desember 2017 pukuk 08.00 WIB.

Bupati Bojonegoro Drs. Suyoto, Msi., saat memimpin pelaksanaan Apel berpesan agar seluruh aparat pemerintah selalu bersiap menghadapi segala kemungkinan bencana yang akan terjadi. Karena diperkirakan curah hujan tinggi disertai petir akan terjadi pada bulan Januari dan Februari.

"Kami menghimbau kepada seluruh peserta Apel agar selalu menyiapkan Jasmani dan Rohani, bersatu bersama sama dan bahu membahu untuk menolong masyarakat apabila terjadi bencana alam. Sehingga Masyarakat tidak perlu meminta bantuan dari luar Daerah," kata, Bupati Bojonegoro, Drs. Suyoto, Msi.

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu S Bintoro, yang juga turut hadir dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana, pada saat sesi foto bersama menyampaikan, bahwa memasuki musim penghujan kesiapan penanggulangan bencana alam perlu dilakukan untuk mempersiapkan diri sekaligus sebagai sinergisitas dengan seluruh instansi terkait dalam menangani dan meminimalisir dampak bencana.

Dengan adanya kesiapsiagaan sejak dini, Kapolres berharap tidak menimbulkan korban jiwa seandainya terjadi bencana banjir dan tanah longsor.

"Ini sebagai wujud sinergitas dalam menangani bencana, dengan kita bersinergi dan mempersiapkan diri sejak dini, kita bisa melakukan penanganan dan meminimalisir korban," tutur, penggagas amplikasi CAS itu.

Labih jauh Kapolres mengimbau, seluruh masyarakat agar berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrim, terutama di daerah yang rawan longsor. Akedemi Polisi (Akpol) 98 ini meminta agar masyarakat menggunakan aplikasi CAS, sehingga apabila terjadi peristiwa masyarakat bisa cepat meminta bantuan dan dapat segera ditangani oleh anggotanya yang berada di lokasi terdekat.

Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Kapolres Bojonegoro, Dandim 0813 Bojonegoro, Kalaksa BPBD Bojonegoro, Kepala Dinas dan Kabag jajaran Pemkab Bojonegoro, Kasat dan KBO Sabhara dan Danramil jajaran Kodim 0813 Bojonegoro.

Pasukan yang terlibat diantaranya satu Peleton Personel Kodim 0813, satu Peleton Personel Subden 3/C SatBrimobda Jatim, satu Peleton Personel Sat Sabhara Polres Bojonegoro, satu Tim PMI cabang Bojonegoro, satu Peleton Personel Taganan Disnakertransos, 1 tim Kesehatan Dinkes, satu Peleton Personel Dishub Bojonegoro, 10 personel Dinas PU, satu Peleton Personel tim SAR BPBD Bojonegoro, satu Peleton Personel Brigade Penolong, satu Peleton Personel Satpol PP Pemkab Bojonegoro, satu Peleton Personel Senkom Bojonegoro, dan satu Peleton Personel Pramuka Kwarcab Bojonegoro. (kus/rif)

Posting Komentar