Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Bupati Bojonegoro, Drs. Suyoto M. Si., bersama Staf Ahli Bupati dan jajaran Pamkab Bojonegoro menggelar rapat. (Budiono,memo)

Bojonegoro-Memo. Pasca mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat berupa sertifikat Geo Park, Pemerintah Kabupaten (Pemakab) Bojonegoro terus berbenah. itu dibuktikan setelah mendapatkan penghargaan langsung menggelar rapat bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Drs. Suyoto M. Si.

Menurutnya, banyak potensi yang dimiliki Bojonegoro jika dikembangkan akan menjadi objek wisata yang akan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan berbasis wisata. Untuk itu perlu lebih mengenalkan potensi wisata di Bojonegoro, dalam rapat yang digelar pada hari Senin (4/12).

Bupati Bojonegoro, Drs. Suyoto M. Si. mengucapkan, terima kasih dan memberikan atensi kepada pihak-pihak yang berkompeten. 

"Kemungkinan apa yang bisa kita lakukan utamanya pengembangan wisata, khususnya produk wisata di Bojonegoro. Dua karakter utama wisata di Bojonegoro yakni investor murni dan kedua adalah wisata."tutur, Bupati yang akrap disapa Kang Yoto, pada memojatim (04/12).

Kang Yoto menambahkan, membuat mereka percaya diri perlu waktu yang sangat panjang, baru tiga tahu ini objek wisata di Bojonegoro mulai bangkit kepercayaan dirinya. Pihaknya, akan selalu memfasilitasi pembuatan produk- produk baru, salah satunya geo park dan tempat agro wisata Belimbing di Ngringinrejo salah satu wisata yang mempunyai daya jual dan bentuk corporate, yang tidak dimiliki daerah lain.

"untuk membangun Wisata Bojonegoro. Wisata harus terintegrasi, agar untuk membangun wisata kearah yang lebih baik,"imbuhnya.

Bupati Bojonegoro segera akan mendifinisikan apa yang akan dikerjakan, eksplorasi masuk lebih jauh dengan pemetaan seluruh potensi yang ada di Bojonegoro.

Sementara Staf Ahli Bupati, Tedjo Sukmono menanlmbahkan, "bahwa pertemuan ini membahas tentang pengembangan wisata di Kabupaten Bojonegoro. Dijelaskan bahwa baru-baru ini Bojonegoro mendapatkan sertifikat Geo Park dari Pemerintah pusat, setidaknya ada 7 titik geo park di Bojonegoro."terangnya.


Desire dari Asosiasi Desa Wisata Indonesia menjelaskan, bahwa Penghidupan masyarakat yang berkelanjutan, menjadi titik point pengembangan wisata berbasis masyarakat . Bojonegoro memiliki beragam antara lain Masyarakat samin, langen tayub, wayang thengul, batik jonegoroan, wisata alam , wisata sejarah dan wisata religi, wisata buatan dan wisata kegiatan. Desire menambahkan bahwa hal utama yang akan dilakukan adalah Bagaimana pariwisata berkontribusi kepada proses pengembangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Novi salah satu penggagas Desa Wisata di Indonesia berharap, bahwa Desa wisata, salah satu alternatif untuk melihat budaya lokal maupun lainnya. 

"dikelola, dimiliki, dan dikontrol oleh masyarakat sehingga keuntungan terdistribusi kembali ke masyarakat. itu adalah gagasan utama dalam pengembangan desa wisata . Setiap desa harus memiliki tema untuk menarik daya tarik wisata. Wisata berbasis masyarakat menjadi alternatif wisata dimana wisatawan akan berbaur dengan kehidupan sehari-hari yang dilakukan oleh warga di desa wisata tersebut."pungkasnya.

 Selain itu hal lain yang perlu di kembangkan untuk menjadi desa wisata adalah kemampuan sumber daya manusia, kebersihan sanitasi dan infrastruktur kemudian didukung dengan culinarry  dan yang tak kalah penting adalah digitalisasi. Ditegaskan untuk Bojonegoro  beberapa kawasan dinilai memiliki nilai jual yang prospektif antara lain budaya samin dan teksas Bojonegoro. (Bd/Rif)

Posting Komentar