Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : saat haering soal pengerjaan kontruksi pengaspalan dan trotoar, jl Veteran digedung DPRD Bojonegoro. (M Rifai,memo)

Bojonegoro-Memo. Banyaknya laporan dan pengaduan tentang pelaksanaan mega proyek pengaspalan dan pembangunan trotoar dijalan Veteran dinilai tidak sesuai dengan prosedur perencanaannya, mendorong Komisi D DPRD Bojonegoro, memanggil pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan mega proyek tersebut. 

Pasalnya, diduga pelaksanaan mega proyek yang menggunakan Anggaran Pemerintah Belanja Daerah (APBD) sebesar 10 miliard lebih itu dikerjakan dengan asal dan tidak mengacuh pada Standart Operasional Prosedur (SOP) kerja.

Dalam pemanggilan yang dilakukan Komisi D DPRD Bojonegoro menyoalkan pelaksanaan proyek yang dinilai amburadul. Dalam hearing itu turut dipanggil dari pihak kontraktor, PT Kontruksi Bangun, Ismail dan dihadiri oleh staf Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Bina Marga, Bojonegoro, Iwan Sopyan, Dinas Perhubungan, dan anggota Satuan Lalulintas Polres Bojonegoro. 

Haering yang dipimpin oleh Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Fauzan menegaskan, pihaknya melakukan haering guna membahas adanya laporan dan temuan dilapangan terkait pekerjaan pengaspalan dan pembangunan trotoar.

"Kami mendapat laporan selama ini ada laporan kecelakaan akibat proyek di Jalan Veteran hingga 10 orang," tegas, Fauzan.

Kondisi rapat tersebut sempat memanas saat pihak rekanan dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) tidak bisa menjawab pertanyaan dari Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro.

"Supaya Pak Iwan menyuruh kontraktor membersihkan jalan yang ada lumpur dan sisa besi tiang listrik serta memasang tanda pita seperti policeline tapi warnanya merah jangan kuning itu tidak boleh," imbuh, Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro, Fauzan pada hari Selasa (19/12).

Sementara anggota Komisi D DPRD Bojonegoro, Zaenuri menyampaikan, "Proyek itu kelihatannya amburadul karena persiapanya belum matang. Coba saja rambu-rambu dan pembatas jalan juga semuanya morat marit," ungkap, Zaenuri saat haering pada hari Selasa (19/12/2017).

Hal itu disampaikan, setelah dilakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) dilapangan dan didapat banyaknya laporan terkait kontraktor mengabaikan item volume dan kesatuan pekerjaan yang telah dijelaskan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS). 

"Itu bukan proyek kecil itu besar kalau angkanya sampai 10 miliar lebih. Makanya harus dikerjakan secara profesional," tegasnya.

Dari kelalaian yang disebabkan oleh kontraktor selaku pelaksana proyek tersebut, tidak sedikit masyarakat menjadi korban. Menurut catatan Satuan Lalulintas Polres Bojonegoro, Ipda Jatmiko, ada 2 orang mengalami luka-luka dan sudah didatangi oleh Dinas (PU) dan Cipta Karya beserta kontraktor 

"Ada santunan salah satunya nama didik Kusyanto warga Bojonegoro," tuturnya.

Menanggapi fakta tersebut dari pihak rekanan kontraktor selaku pelaksana, Ismail meminta maaf kepada DPRD sekaligus masyarakat pemakai jalan di Bojonegoro."Kami minta maaf dan selesai proyek jalan itu diperkirakan tanggal 27 Desember 2017. Pekerjaan sudah mencapai 72 persen," dalihnya, dengan suara lirih. (cm/rif)


Posting Komentar