Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kepala UPT TPA Jabon, Slamet Hariyanto menunjukan proses pengelolahan limbah tinja. (Nur Chambali,memo)

Sidoarjo-Memo. Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia (RI) Hadi Moljono, mengapresiasi serta memberikan penghargaan terhadap UPT TPA Jabon Sidoarjo, karena dinilai berhasil dalam penggunaan Instalasi Pengelolahan Limbah Tinja (IPLT) Griyo Mulyo di kawasan Kecamatan Jabon, Sidoarjo, saat acara di Bandung pada bulan November 2017 yang lalu.

Kepala UPT TPA Jabon, Slamet Hariyanto memaparkan, pihaknya mendapatkan penghargaan oleh pemerintah pusat karena dinilai mampu menjalankan IPTL dalam usaha mengelola limbah tinjah yang berasal dari sampah masyarakat. Keberhasilan IPTL Griyo Mulyo Jabon ini mampu memproduksi pupuk Kompos, sehingga sampai saat ini mampu melayani 2000 pelanggan.

"Apresiasi yang kami dapat dalam hal ini bukan sekedar penghargaan saja, melainkan kami dipercaya untuk memberikan pemaparan kepada daerah lain," terangnya, hari Selasa (12/12).

IPTL Griyo Mulyo, Kecamatan Jabon Sidoarjo dikelolah UPT Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemkab Sidoarjo. Salah satu UPT yang dipercaya dalam pengelolahan limbah tinjah, dengan tujuan peningkatan kualitas lingkungan dan bisa memproduksi limbahnya menjadi pupuk Kompos Organic.

"Kompos yang dihasilkan bisanya 1 sampai 2 kibik, biasanya jika musim kemarau dihasilkan 16 hingga 20 hari. Jika musim penghujan bisa sampai 40 sampai 2 bulan.  Kompos organic tersebut diperuntukan guna untuk taman kota, serta diperuntukan bagi masyarakat yang membutuhkan."tutur, Kepala UPT TPA Jabon, Slamet Hariyanto pada memojatim.

Bangunan Instalasi Pengelolahan Limbah Tinjah (IPTL) Griyo Mulyo, terdiri dari bak Pemisah Lumpur atau kolam pembuangan pertama (Solid Separation Chamber/ SSC) lalu, di salurkan ke bak pengumpul melalui sistem gravitasi. Dengan sistem gravitasi kembali di salurkan ke bak erobik satu dan erobik dua sampai terakhirnya ke kolam maturasi standar BOD COD nya standart baku mutu, setelah itu melalui proses pengeringan baru menjadi Kompos yang siap untuk dipanen. (Nh/rif)

Posting Komentar