Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kasi Binadik dan Giatja, Ahmad Nuri Dhuka SH., saat mewakili Kalapas dalam perayaan Natal. (Arief,memo)

Mojokerto-Memo. Sebagai bangsa yang bernegara dalam kesatuan bangsa Indonesia, kaya akan suku dan budaya. Lembaga Pemasyarakatan kelas II B Mojokerto, Jawa Timur. Memperingati Hari Natal tahun 2017. Perayaan natal bersama dengan tema "Yesus Lahir Untuk Memperanakan Kita" digelar pada hari Minggu tanggal (10/12/2017) lalu, bertempatkan di aula Lapas II B Mojokerto.

Acara perayaan natal tersebut berjalan begitu khitmad, 11 warga binaan (narapidana) yang beragama Nasrani sangat antusias mengikuti setiap rangkaian acara. Dalam perayaan kali ini, pihak Lapas II B Mojokerto, juga turut mengundang 45 pengurus Gereja yang berada diwilayah Mojokerto, serta petugas Lapas sendiri.

Kegiatan dimulai sejak pukul 09:15 wib. diawali sambutan dari Kasi Binadik dan Giatja, Ahmad Nuri Dhuka SH., mewakili Kalapas, Hanafi SH. MH., dan dilanjut dengan laporan panitia serta diteruskan puji-pujian dan doa bersama.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan II B Mojokerto, Hanafi SH. MH. saat menyampaikan amanatnya, " Mujizat itu ada bila berjalan dengan iman."tutur, Hanafi saat ditemui memojatim diwaktu yang berbeda pada hari Jumat (22/12).

Pada kesempatan yang sama pula, Kasi Binadik dan Giatja, Ahmad Nuri Dhuka SH., menuturkan, tidak ada yang dibeda-bedakan dalam peringatan natal. Menurutnya, perbedaan hanyalah masalah keyakinan saja tapi tujuannya sama yaitu berdoa untuk kebaikan.

"Perbedaan keyakinan adalah salah satu bentuk besarnya suatu bangsa. Indonesia negara yang besar dan kaya akan perbedaan baik itu suku dan agama,"ucap, mantan Kasubsi Keamanan Lapas II B Sidoarjo. (rif)


Posting Komentar