Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : tersangka saat digelandang di Mapolrestabes Surabaya. (Mahera,memo)

Surabaya-Memo. Ulah suami satu ini tergolong bejat, hingga istrinya sendiri dijajakan melalui akun facebook. Pasalnya, Satuan Reskrim Polrestabes Surabaya, berhasil mengukap kasus memperdagangkan orang atau mempermuda dilakukannya pencabulan dengan mencari keuntungan dari pelacuran perempuan pada hari Rabu (13/12/2017) lalu, di Hotel  Cleo jalan Jemursari, Surabaya.

Tersangka Bandar Priyo Handoko (22) warga Dusun Tambak Rejo, Kav Mentari, Kecamatan Waru Sidoarjo, tega menjual korban Ismawati alias Iis (25) istrinya sendiri untuk melayani lelaki hidung belang. Tersangka menawarkan istrinya dengan cara bergabung dengan group facebook Threesome Surabaya dengan menggunakan akun bernama Naila Puspita.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan melalui Kasat Reskrim, AKBP Leonard M Sinambela menyampaikan, modes operandinya tersangka menunjukan postingan iklan pijat Threesome kepada korban dan meminta untuk melakukan kegiatan seksual.

"Tersangka bergabung dengan group facebook Threesome Surabaya dengan menggunakan akun bernama Naila Puspita,"ungkap, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Leonard M Sinambela pada media hari Rabu (27/12) dihalaman Mapolrestabes Surabaya.

Lebih jauh mantan Penyidik Madya II Ditreskrimsus Polda Jatim ini menambahkan, pelaku yang merupakan suami sah korban meminta untuk melakukan hubungan seksual dengan tamunya yang sudah disepakati melalui akun group facebook tersebut.

"Melalui grup tersebut tersangka sepakat untuk melakukan hubungan seksual bertiga (threesome) dengan tamunya. Dengan tarif Rp. 200 sampai Rp. 300 ribu,"terang, AKBP Leonard M Sinambela.

Kini atas perbuatanya pelaku terancam dengan pasal 2 UU No. 21 tahun 2007 tentang PTPPO yakni, Setiap orang yang melakukan perekrutan, pengankutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan penggunaan kekerasaan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan hutang atau member bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain, untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut diwilayah Negara republic Indonesia, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3(tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 120.000.000 (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 600.000.000 (enam ratus juta rupiah).

Mengambil keuntungan dari perbuatan cabul dan atau pasal 296 KUHP 
Barang siapa yang pencahariannya atau kebiasaannya yaitu dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain, dihukum penjara paling lama satu tahun empat bulan Pasal 506 KUHP. Barang siapa sebagai mucikari mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan, diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan. (mh/rif)

Posting Komentar