Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Ilustrasi

Bojonegoro-Memo. Menyusul banyaknya keluhan mengenai keterbatasan persediaan Pupuk bersubsidi dari kalangan petani, Dinas Pertanian Bojonegoro akhirnya mengambil langkah tegas. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pasca musibah banjir bandhang yang terjadi di beberapa daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, menjadi pertimbangan utama. Selain itu, serangan hama Wereng juga dilaporkan terjadi disejumlah desa diwilayah Pemkab Bojonegoro.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melalui Dinas Pertanian menjamin kelangkahan Pupuk tidak akan terjadi. Kepala Dinas Pertanian, Ahmad Jupari saat dihubungi melalui selulernya (Handphon) menyampaikan, pihaknya akan menggunakan jatah Pupuk bersubsidi tahun 2018 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di akhir tahun 2017 ini.

"Kelangkahan pupuk tidak akan terjadi, kita akan menggunakan jatah pupuk tahun 2018 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada bulan Desember tahun 2017 ini."terang, Kepala Dinas Pertanian,  Ahmad Jupari pada memojatim (11/12).

Ahmad Jupari menambahkan, kebijakan ini dilakukan agar supaya hasil panen petani dalam masa tanam kali ini tetap terjaga. Disamping itu juga pihaknya menghimbau kepada masyarakat, untuk tidak segan-segan melaporkan bila mana ada yang menjual Pupuk dengan harga murah atau tidak wajar.

"Kalau selisihnya hanya sampai lima ribu, itu masih dalam batas wajarlah. Kalau lebih dan dirasa tidak wajar, laporkan saja ke polisi, biar kapok," tegasnya, pada memojatim.

Hal itu dia sampaikan, untuk menjaga terjadinya kelangkahan Pupuk diwilayah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. (cm/rif)


Posting Komentar