Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Pelaku komplotan tukang gendam saat dipamerkan oleh petugas. (Arief,memo)
       
Surabaya-Memo. Sepak terjang komplotan tukang gendam yang lama telah membuat masyarakat Jawa Timur resah. Kini berakhir ditangan anggota Subdit III Jatanras, Ditreskrimum, Polda Jatim. Komplotan ini dalam melancarkan aksinya menyaru dengan berpakaian seperti ulama, pelaku berhasil dibekuk saat usai menjalankan aksinya dikawasan kota Pasuruan Jawa Timur. 

Dihadapan petugas pelaku mengaku telah beroprasional dibeberapa daerah di Jawa Timur yakni, Mojokerto, Trenggalek, Tulungagung, Jember, Blitar, Malang, Lumajang, Ponorogo, dan Pasuruan.

Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Agung Yudha Wibowo mengukapkan, komplotan ini untuk mengelabui korbannya menyaru sebagai ulama, dengan berpura-pura bertanya terhadap korban lantas dikenalkan ke pelaku lain yang telah menunggu didalam mobil, lantas dimintanya barang berharga milik korban.

"Komplotan ini dengan menggunakan mobil sewaan dan memakai kostum jubah putih menyerupai ulama, lantas meminta korbanya untuk melepas perhiasanya seperti digendam. Namun bila gagal maka pelaku tidak segan-segan merampas barang dari korban." ungkap, Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Agung Yudha Wibowo saat Pressrillis pada hari Selasa (28/11/2017) didampingi Kasubdit Jatanras Polda Jatim, AKBP Boby.

Komplotan ini dalam menjalankan aksinya mempunyai peran masing-masing. Yakni, Th (50) warga asal Kraton Pasuruan, berperan berpura-pura bertanya dan menarik kalung milik korban, YS (33) warga Kraton Pasuruan, berperan sebagai sopir atau driver untuk mencari calon korban, dan SS (57) warga Kejayan Pasuruan, berperan sebagai berpura-pura menjadi ulama dan meminta barang milik korban.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menambahkan, "palaku berpura-pura mau mendoakan korban, kemudian korban diminta untuk menyerahkan perhiasanya."imbuhnya.

Sementara Barang Bukti yang berhasil diamankan oleh petugas dari tangan pelaku berupa, separangkat pakaian ulama yang digunakan saat beraksi, satu unit mobil sewaan Toyota, Handphon, 6 cincin emas, dan uang tinai sebesar Rp 1 juta rupiah. (Al/Rif)

Posting Komentar