Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Pemdes, Petugas dan Warga saat musyawara    (Deni,memo)

Sidoarjo-Memo. Adanya aksi demo pada hari Jumat (05/10) kemarin, Pemerintah Desa (Pemdes) Sidokepung langsung mengambil tindakan. Sebagai langkah kepedulian terhadap warganya, akhirnya pemerintahan desa Sidokepung mengundang perwakilan dari pihak warga beserta Camat Buduran, Kapolsek Buduran, serta Danramil, BPD untuk melakukan musyawarah. Materi musyawarah itu terkait  tuntutan aksi demo yang menuding tidak ada transparansi dari Pemerintah Desa mengenai anggaran APBDes dan Tanah Khas Desa (TKD).

Pj Kepala Desa Sidokepung, Suyud Supriaji menguraikan, tuntutan aksi demo sudah diterima dan sudah dijawab. Dan tuntutan warga dan jawaban Kepala Desa meliputi 1.Aset desa di dusun mlaten yang di duga terjadi peralihan ke citra garden (PT Citra Fajar Abaditama) sudah di limpahkan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo dan masih dalam proses, 2. Masalah saudara Sultono (perangkat desa) telah di tetapkan oleh pengadilan Negeri Sidoarjo dan sesuai PerBup no:55 yang bersangkutan tidak dapat di angkat kembali menjadi perangkat desa, 3. 
Transparansi penggunaan APBDes telah dilaksanakan sesuai pedoman dengan dibentuknya TPKD, dan pembinaan dari Kecamatan Buduran bidang pemerintahan serta pengawasan dari inspektorat Kabupaten Sidoarjo, 4. Pelayanan publik yang mana tidak pernah di pungut biaya sudah dilaksanakan sesuai SOP (Standard Operasion Prosedur).             

 "tim pencari tanah aset desa yang mana anggotanya dari unsur masyarakat desa dan akan di setujui pihak Kecamatan Buduran" tutur, Pj Kepala Desa Sidokepung, Suyud Supriaji pada media usai rapat pertemuan antara warga.

Hasil dari pertemuan disepakati bersama untuk dibentuk tim pencari aset desa yang akan dibentuk oleh pihak Kecamatan. Anggota tim nya nanti warga sendiri juga dilibatkan. (DN/Rif)

Posting Komentar