Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


                   Halo Desa Tebel

Foto : Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Adi Harsanto   (Wawan Prapanca,memo)

Sidoarjo-Memo. Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) tukar guling Tanah Khas Desa (TKD) Desa Tebel, Kecamatan Gedangan Sidoarjo yang ditangani oleh Kejasaan Negeri Sidoarjo kini dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Pasalnya, didalam proses tukar guling Tanah Khas Desa yang menerima aliran dana pastisipasi sebesar Rp. 2,3 miliar itu dinilai Kejari Sidoarjo tidak sesuai prosedur dan diduga melibatkan orang-orang kuat termasuk kalangan pejabat.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Sidoarjo telah melakukan rangkaian pemeriksaan melalui Klarifikasi,  dan Penyelidikan (Lid) ke sejumlah pejabat Pemerintah Desa Tebel serta, tim appresial, dan Direktur dan pejabat PT Jayaland mengenai pencairan dan pembagian uang kompensasi senilai Rp 2,3 miliar dari PT Jayaland sebagai kompensasi dan partisipasi tukar guling Tanah Kas Desa (TKD) Tebel Tahun 2016 lalu. 

Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, H. M. Sunarto melalui Kasi Pidsus, Adi Harsanto mengungkapkan, jika kasus dugaan korupsi tukar guling TKD Tebel terpaksa dialihkan ke Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jatim. Alasannya, terang Adi karena dugaan korupsi itu melibatkan orang-orang kuat termasuk kalangan pejabat.

"Maka dari itu, perkara dilimpahkan ke Kejati Jatim mulai pekan kemarin. Jadi mungkin karena kerugiannya yang besar bikin diambil alih. Yang diduga terlibat kan orang-orang besar,"jelasnya, pada memojatim hari Minggu (08/10/2017).

Saat disinggung tentang berapa kasus korupsi proses hukumnya naik ke Penyidikan (Dik), Mantan Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Sumenep itu menerangkan. Yakni, dugaan pungli iuran Pabrik Gula (PG) Krembung senilai Rp 1,6 miliar, dugaan pungli Jalin Matra Desa Gamping, Kecamatan Krian senilai Rp 300.000 dari 214 penerima bantuan Jalin Matra serta dugaan pungli PTSL Tahun 2016 di Desa Balonggarut, Kecamatan Krembung, yang sudah masuk tahap Penyidikan (Dik).

"Ada tiga perkara yang sudah dik (penyidik), tapi prosesnya dik umum belum ada tersangkanya."tegas, Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Adi Harsanto.  (WP/Rif)

Posting Komentar