Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Ilustrasi

Sidoarjo-Memo. Kejaksaan Negeri Sidoarjo kian serius dalam penanganan kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipokor). Hal itu dibuktikan dengan Tiga dugaan kasus korupsi naik setatus proses dari Penyelidikan (Lid) ke Penyidikan (Dik) walaupun begitu sampai kini masih belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Adi Harsanto menjelaskan, 3 perkara kasus dugaan korupsi yang sudah naik ke penyidikan, yakni Pungutan Liar (Pungli) PG Krembung, Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) atau Program Nasional Agraria (Prona) Desa Balonggarut Kecamatan Krembung, dan program Jalin Matra Desa Gamping Kecamatan Krian.

"Ada tiga perkara yang sudah dik (penyidik), tapi prosesnya dik umum belum ada tersangkanya,"terang, Kasi Pidsus Adi Harsanto kepada memojatim pada hari Senin (09/10/2017).

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya. Untuk dugaan Pungutan Liar (Pungli) di Pabrik Gula (PG) Krembung, tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Sidoarjo datang dan menggeledah sejumlah ruangan termasuk ruang Manager Keuangan PG Krembung,  Dadang Retno Katnoko pada hari Rabu (30/8/2017) lalu. Praktek pungutan liar PG Krembung ini diduga berjalan sudah cukup lama hingga mencapai Rp. 1,6 miliar, sejumlah pejabatpun diperiksa salah satunya anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, H. Widagdo yang juga menjabat Bendahara Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) PG Krembung pada hari Jumat (08/09/2017) lalu.

Sementara saat ditanya untuk penetapan tersangka 3 perkara kasus dugaan korupsi yang sudah naik ke penyidikan, mantan Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Sumenep ini menyampaikan, masih menunggu hasil laporan dan ekspose dari tim penyidik.

"Sudah hampir selesai pemeriksaan para saksinya. Untuk penetapan tersangka hasil pemeriksaan dikumpulkan, kemudian di ekspose tim. Hasilnya gimana itu yang ditindak lanjuti perkembangannya," pungkasnya. (WP/Rif)

Posting Komentar