Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kasat Reskrim Kompol Mochammad Harris menunjukan Barang Bukti (BB) dan lahan pembangunan Track Extrem   (Wawan Prapanca,memo)

Sidoarjo-Memo. Setelah ditetapkannya mantan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Mulyadi sebagai tersangka, Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo terus mengembangkan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Track Extrem (Jalur Ekstrem) senilai Rp 17,4 miliar.

Mega proyek pembangunan Track Extrem yang dialokasikan dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2015 itu, Dari hasil penyidikan ditemukan nilai kerugian negara sekitar Rp 578,83 juta berdasarkan hasil audit Badan Pemerikasaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Propinsi Jatim. 

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Himawan Bayu Aji melalui Kasat Reskrim Kompol Mochammad Harris menegaskan, saat ini pihaknya menetapkan seorang tersangka, tapi tidak menutup kemungkinan ada tambahan tersangka baru. Hal itu bergantung hasil koordinasi dan ekspose dengan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sidoarjo.

"Tapi tidak menutup kemungkinan ada tambahan tersangka baru berdasarkan hasil pengembangan penyidikan. Kalau sekarang tersangkanya Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pengembangannya bisa ada tersangka lain selain PPK atau PPKom yang bertanggung jawab dalam pencairan proyek ini."tegas, Kasat Reskrim Kompol Mochammad Harris pada memojatim hari Rabu (04/10/2017).

Lebih jauh mantan Kapolsek Simokerto ini menguraikan, dalam proses pengerjaan proyek Track Extrem itu, terdapat sejumlah kesalahan. Yakni kesalahan prosedur pengerjaan salah satunya pengurangan volume pekerjaan, serta adanya pemalsuan stempel dan tanda tangan sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara. 

"Dari kesalahan prosedur itu menimbulkan adanya pejabat yang mencari keuntungan beserta orang-orangnya," ungkapnya.

Masih lanjut Harris, dalam perkara ini tim penyidik selain menyita uang sebesar Rp 168 juta, juga sejumlah dokumen lainnya. Diantaranya dokumen kontrak, surat jalan, stempel dan dokumen pertanggungjawaban untuk pencairan proyek yang dikerjakan CV Sinar Cemerlang dengan Konsultan Perencana Martono itu. 

"Tersangka dijerat dengan primer pasal 2 UU Nomor 20 Tahun 2002 tentang Tipikor dan Subsider pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2002 tentang Tipikor," paparnya

Hingga kini tim penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo masih terus mendalami dugaan kasus korupsi mega proyek pembangunan Track Extrem (Jalur Ekstrem) yang barada di Lingkar Timur Sidoarjo. (WP/Rif)

Posting Komentar