Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji paamerkan hasil ungkap Operasi Sikat Semeru 2017  (Wawan Prapanca,memo)

Sidoarjo-Memo. Hanya dalam hitungan waktu selama 12 hari, jajaran satuan Reskrim Polresta Sidoarjo berhasil mengungkap 76 kasus kriminal. Dari 76 kasus selama Operasi Sikat Semeru 2017 itu, petugas berhasil mengamankan 64 tersangka. Sedangkan kasus yang menonjol adalah Pencurian dengan Kekerasan (Curas) berupa begal yang merampas motor korban di jalanan.

"Tersangka 64 orang, karena ada satu tersangka terlibat dalam 2 perkara. Yang menonjol tetap kasus begal (curas) dengan cara memukul atau mengancam tersangka dengan senjata tajam (sajam)," terang Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Himawan Bayu Aji kepada Memo Jatim, Senin (02/10/2017).

Lebih jauh Himawan menguraikan jika hasil begal motor rata-rata dijual ke Madura baik itu hasil curas di wilayah Buduran, Taman maupun Krian. Akan tetapi, rata-rata tersangka sebagai pemetik alias eksekutor pencurian. Sedangkan barang buktinya diantaranya sepeda motor, televisi, Hand Phone (HP), uang Rp 5,8 juta, laptop, kipas angin, burung, clurit, linggis, obeng, pisau, parang, dompet, kotak amal, monitor komputer, kalung mas, kunci inggris, kunci pas dan dongkrak.

"Karena curas (begal) masih tinggi oleh karenanya, pihaknya masih terus berkoordinasi dengan jajaran Polres lainnya. Seperti kasus curas di Kota Sidoarjo pelakunya diringkus anggota Polrestabes Surabaya," tutur, manta Kasubdit II Ditpid Siber Bareskrim pada media.

Menurut Himawan meski berhasil mengungkap banyak kasus dalam Operasi Sikat Semeru 2017, akan tetapi Polresta Sidoarjo masih rangking 2 di jajaran Polda Jatim. Hal ini disebabkan rangking 1 jatuh pada Polrestabes Surabaya. Akan tetapi hasil itu belum diumumkan di Polda Jatim.

"Karena curas masih tinggi, kami siapkan pencegahan preentif dan prefentif. Yakni sosialisasi lokasi rawan dan menempatkan anggota lokasi rawan curas atau begal," tegasnya.

Sementara dalam ungkap kasus itu, Polresta Sidoarjo memberi sejumlah penghargaan ke jajaran anggota dan Polsek yang berhasil mengungkap kasus paling tinggi. Diantaranya Polsek Urban yakni Polsek Buduran dengan 6 kasus 5 tersangka, Polsek Taman dengan 4 kasus 4 tersangka dan Polsek Waru dengan 4 kasus 5 tersangka. Sedangkan Polsek Rural teratas adalah Polsek Tulangan dengan 5 kasus 5 tersangka, Polsek Sukodono 3 kasus 3 tersangka dan Polsek Wonoayu dengan 2 tersangka dan 2 tersangka.

"Penghargaan ini untuk memotivasi sejumlah Polsek dan jajaran anggotanya agar bekerja maksimal dan berusaha meraih prestasi," pungkasnya. (WP/Rif)

Posting Komentar