Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : 6 tersangka komplotan penyelundup sabu-sabu sebanyak 3,295 gram melalui Bandara Internasional Juanda dipamerkan beserta barang buktinya di KPPBC TMP Juanda   (Wawan Prapanca,memo)

Sidoarjo-Memo. Petugas gabungan dari Customs Narcotics Team (CNT) Bandara Internasional Juanda berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu seberat 3,295 kilogram melalui Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo. Selain mengamankan barang bukti seharga Rp 6 miliar itu, petugas gabungan ini juga mengamankan 6 tersangka anggota komplotan jaringan itu baik yang berstatus sebagai kurir maupu  penerima barang haram tersebut.

Rata-rata para tersangka, baik pria maupun wanita itu merupakan warga Madura dan warga Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Mereka berperan sebagai kurir atau pembawa sabu-sabu dan sebagai penerima barang haram itu untuk diedarkan di wilayah Jawa Timur.

"Para tersangka itu diamankan petugas dalam kurun waktu mulai tanggal 14 sampai 22 September 2017. Ini penggagalan penyelundupan sabu-sabu terbesar selama tahun ini," terang, Kepala Kanwil DJBC Jatim I, Muhammad Purwantoro kepada Memo Jatim, Selasa (03/10/2017).

Lebih jauh, Purwantoro menguraikan rincian hasil tangkapan petugas gabungan Bea Cukai, Polda, BNN dan Pomal itu memiliki motif dan modus yang hampir sama yakni ditaruh gagang koper, dibawa koper yang dimodivikasi serta diletakkan di dalam vagina dan di alas sandal. Seluruh barang haram itu diamankan di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda Sidoarjo. 

Menurutnya tanggal 14 September pihaknya mengamankan HL warga Sampang, Madura yang membawa 685 gram sabu-sabu disembunyikan digagang koper,  16 September mengamankan SBL warga Madura memiliki paspor Malaysia membawa 1.500 gram sabu-sabu, tanggal 21 September PN warga Sragen, Jawa Tengah yang membawa 225 sabu-sabu disembunyikan di vagina dan sandal, dan MT warga Sampang, Madura yang membawa 855 gram sabu-sabu.

"Sedangkan dua tersangka lainnya merupakan penerima sabu-sabu kiriman itu. Keduanya ditangkap hasil pengembangan Direktur Narkoba, Polda Jatim. Karena tersangka dan barang bukti kami serahkan ke Direktur Narkoba Polda Jatim untuk dikembangkan," tegasnya.

Plh Kepala KPPBC TMP Juanda, Fx Bambang menambahkan jika penggagalan itu bisa menyelamatkan 16.500 konsumen narkoba. Menurutnya barang haram itu senilai Rp 6 miliar.
"Upaya tim gabungan ini layak diacungi jempol. Karena bisa menggagalkan barang yang dikonsumsi belasan ribu orang dengan asumsi 1 gram dikonsumsi 1 sampai 3 orang konsumen," ungkapnya.

Sementara Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, Kombes Pol Gagas Nugraha mengakui semua hasil penangkapan dikembangkan. Hal ini lantaran muara pengiriman itu ke wilayah Madura.
"Terus kami kembangkan. Hasilnya kita tangkap dua penerimanya itu. Karena selama ini penerimanya lolos sekarang sudah berhasil kami tangkap," pungkasnya. (WP/Rif)

Posting Komentar