Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kasat Narkoba Kompol Sugeng saat pamerkan pelaku dan barang bukti   (Wawan Prapanca,memo)

Sidoarjo-Memo. Sedikitnya 2 pemuda pengedar pil double L dengan baramg bukti 100.000 butir diamankan petugas Satuan Reskoba, Polresta Sidoarjo. Keduanya diringkus saat hendak mengedarkan seratus ribu butir pil setan itu. Target penjualannya ke kalangan pelajar dan anak-anak yang ada di Sidoarjo.

Kedua tersangka itu, yakni Anton Suasmo Putro (21) warga Desa Sadang dan Lingga Ardiyansyah (24) warga Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupatem Sidoarjo. Keduanya ditangkap petugas Satuan Reskoba Polresta Sidoarjo lantaran mengedarkan pil doble L dengan cara dibungkus dengan dengan plastik berlebel vitamin B.
Kedua tersangka ini kali pertama yang diamankan oleh Satuan Reskoba adalah tersangka Anton Suasmo Putro. 

Sebelumnya tersangka mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu di wilayah Panjunan, Kecamatan Sukodono. "Kami mendapatkan informasi masyarakat tersangka sering bertransaksi jual beli narkoba jenis sabu-sabu," terang Kompol Sugeng Purwanto kepada Memo Jatim, Selasa (26/09/2017) dihalamn Polresta Sidoarjo.

Selain itu, lanjut Kompol Sugeng setelah dilakukan penyelidikan dan penggledahan kedapatan membawa sabu-sabu yang disimpan di saku belakang seberat 0,36 gram. Kemudian dilakukan pengembangan penggledahan dirumah tersangka Lingga Ardiyansyah, petugas kembali menemukan sabu seberat 0,28 gram. 

"Kedua tersangka ini setelah digeledah kedapatan membawa sabu-sabu. Kemudian dikembangkan ke rumah salah satu tersangka terdapat barang haram berupa sabu-sabu seberat 4,35 gram dan pil doble L sebanyak 100.000 butir," imbuhnya.

Menurut Sugeng, bedasarkan pengakuan tersangka, jika pil doble L ini dikirim dengan sistem ranjau, dijual oleh tersangka dengan cara dikemas dengan plastik kemudian berikan lebel vitamin B. 

Lantas oleh tersangka barang haram ini akan diedarkan khususnya anak-anak dan pelajar.
"Dengan ditangkapnya pengedar ini maka bisa menyelamatkan generasi muda sekitar 10.000 anak muda dengan asumsi 10 pil dikonsumsi satu anak," tegasnya.

Sementara saat ditanya pil PCC, Sugeng menegaskan sampai saat ini di jajaran Polresta Sidoarjo belum ditemukan pil PCC. Sedangkan tersangka bakal dijerat pasal 114 ayat 1 atau pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
"Khusus untuk sabu-sabunya tetap UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan untuk pil double L karena bukan jenis narkotika dikenakan UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp 800 juta," pungkasnya. (WP/Rif)

Posting Komentar