Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


                           Halo Desa Tebel

Foto : Ilustrasi

Sidoarjo-Memo. Mangkirnya tim Appresial (Penaksir Harga Tanah) dari panggilan Kejaksaan Negeri Sidoarjo, tim penyidik bakal melayangkan surat panggilan kembali. Lembaga swasta tim Appresial disebut-sebut juga berperan dalam menentukan harga tanah dugaan penyimpangan kasus tukar guling Tanah Kas Desa (TKD) Desa Tebel, Kecamatan Gedangan Sidoarjo sehingga keteranganya diperlukan guna kepentingan penyidik.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, sejumlah saksi sudah diperiksa. Diantaranya, saksi pelapor, Kades dan Perangkat Desa Tebel, BPD, sejumlah Ketua RT dan Ketua RW yang menerima dan tidak mau menerima bagian dana partisipasi Rp 2,3 miliar serta para takmir Masjid dan Mushalla. Selain itu pihak PT Jayaland juga telah dipanggil oleh pihak Kejaksaan Negeri Sidoarjo, pekan lalu. 

Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, H. M. Sunarto melalui Kasi Datun, Komang Ray Warmawan menyampiakan, "Kami bakal menanyakan prosesnya hingga ditemukan harga yang tertera dalam dokumen hasil appresial Tahun 2013 dan Tahun 2016 itu,"terang, mantan Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Jepara pada memojatim pada hari Kamis (21/9).

Komang menambahkan, Pemanggilan tersebut dikarenakan keterangan tim Appresial itu sangat dibutuhkan untuk memastikan proses kasus tukar guling TKD Tebel, apakah sesuai prosedur atau tidak. Selain itu, tim penyidik membutuhkan tahapan proses Appresial sehingga munculnya harga yang ditetapkan.

"Ditunggu saja, hasilnya nanti. Yang jelas kalau belum bisa menghadiri panggilan tim penyidik maka akan dipanggil ulang," tegas, Kasi Datun, Komang Ray Warmawan disela-sela kesibukanya.

Dalam rangkaian pemeriksaan tim penyidik masih fokus mempertanyakan pencairan uang Rp 2,3 miliar sekaligus pembagiannya. Terutama mengenai dasar kompensasi uang dari PT Jayaland serta dasar aturan pembagiannya untuk RT, RW, BPD, perangkat serta untuk sejumlah mushalla dan masjid itu. (Wp/Rif)

Posting Komentar