Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Didik Farkhan Alihsyahdi (Arief,memo)

Surabaya-Memo. Dugaan adanya penyelewengan dana hibah melalui Jaringan Masyarakat (Jasmas) Surabaya yang kian rame diberitakan oleh beberapa media bagaikan bola panas. Pasalnya, sejak ditindak lanjuti proses hukumnya oleh Kejaksaan Negeri Surabaya, sebagian pihak telah mengembalikan uang negara tersebut.

Seperti yang telah diberitakan oleh beberapa media, diketahui Kelompok Usaha Bersama (KUB) Cahaya Abadi telah mengembalikan uang sebesar Rp. 172 juta ke Kejaksaan Negeri Surabaya. Uang yang berasal dari dana hibah 2014 tersebut dikembalikan setelah usai proses hukumnya dinaikan dari penyelidikan ke penyidikan.

Ditengah proses penyidikan kasus penyelewengan dana hibah, Paijo selaku pedagang mesin percetakan justru mengembalikan uang pembelian mesin percetakan yang dibeli oleh KUB Cahaya. 

Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Didik Farkhan Alisyahdi pada media menyampaiakan, " Paijo mengembalikan uang pembelian mesin itu sebesar 172 juta rupiah mas minggu lalu."terang, Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya kelahiran Bojonegoro ini (8/9).

Namun demikian, masih jelas Didik, pengembalian uang itu tidak serta merta menghentikan proses penyidikan dalam kasus dugaan penyelewengan dana hibah anggaran tahun 2014 yang menggunakan uang negara ratusan juta rupiah. " tetap lanjukan ,"tegasnya. (rif)

Posting Komentar