Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius Awey (Arief,memo)

Surabaya-Memo. Kasus adanya dugaan penyelewengan dana hibah tahun anggaran 2014 yang disalurkan melalui Jaringan Masyarakat (Jasmas) kini jadi sorotan DPRD Surabaya. Anggota Komisi C Vinsensius Awey politisi muda dari partai Nasdem ini meminta kepada korps Adhiyaksa untuk bertindak tegas dalam mengambil sikap terkait penanganan kasus dana hibah. 

Politisi yang akrap disapa Awey ini
mengaku sepakat dengan langkah Kejari Surabaya yang tidak akan menghentikan proses hukum kepada tersangka penyelewengan dana hibah Jaringan Masyarakat (Jasmas) yang telah mengembalikan uang negara tersebut. Walaupun begitu Awey berharap, Kejari Surabaya untuk tidak mengurangi tahapan dalam proses penegakan hukumnya. Aparat hukum tetap menjalankan tugas dan wewenangnya kepada seseorang yang telah ditetapkan sebagai tersangka atau berpotensi sebagai tersangka.

Awey melalui jaringan WhatsApp menyampaikan, "Jangan sampai pengembalian dana itu lantas mempengaruhi proses dan tahapan hukum yang harus dilalui, karena akan berimbas kepada kredibilitas aparat penegak hukum itu sendiri, salah satu contoh, kalau seharusnya dilakukan penahanan, ya laksanakan, jangan mundur," tuturnya, pada memojatim, hari Minggu (10/9).

Seperti diketahui kasus dugaan penyelewengan dana hibah sudah memasuki tahap penyidikan tim tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Surabaya. dari rangkaian pemeriksaan, Paijo selaku pedagang mesin percetakan mengembalikan uang pembelian mesin percetakan yang dibeli oleh Kelompok Usaha Bersama (KBU) Cahaya ke Kejaksaan Negeri Surabaya.

Awey juga berharap, kedepan siapapun penerima hibah dapat membelanjakannya dengan baik dan jangan melakukan melanggar hukum, " uang itu penting tapi bukan segalanya. Jangan sampai diperbudak oleh uang. Ingat keseharian kita ada keluarga yang menunggu kita dirumah untuk makan malam bersama." pungkasnya. (rif)

Posting Komentar