Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete saat memimpin langsung penggerebekan (Arief,memo)


Banjar-memo. Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete memimpin langsung penggerebekan sebuah rumah yang diketahui menyimpan Jutaan butir obat yang diduga Dextro. Obat ini biasa disebut obat anjing atau pil setan, dalam pengukapan Home industri obat terlarang ini bermula hasil pengembangan dari tiga pelaku yang tertangkap sebelumnya oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Banjar.

Kapolres Banja AKBP Takdir Mattanete menyampaikan, pengukapan ini hasil pengembangan dari tiga pelaku yang ditangkap sebelumnya oleh tim Satuan Reskrim Polres Banjar yang mengarah keseseorang dan diketahui sedang beradah disebuah kamar hotel Golden Tulip Galaxy Banjarmasin.

Tidak mau kehilangan buruanya Satuan Reskrim Polres Banja langsung melakukan penggerebekan dengan dipimpin oleh Kapolres Banjar Baru AKBP Takdir Mattanete pada hari Kamis (30/8).

"Anggota awalnya menangkap tiga orang yang tertangkap tangan saat bertransaksi obat Somadril sebanyak enam box atau 600 butir di Martapura,"terang, mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya pada memojatim.

Labih jauh Takdir menambahkan, ribuan butir obat setan itu berhasil di ungkap disebuah rumah dikomplek Bun Yamin Permai I RT 14 Kelurahan Kertak Hanyar I, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Kalimatan Selatan.

"Penghitungan sementara jumlah obat Dextro sebanyak 1.709.000 butir yang disimpan dalam 20 dus," terangnya.

Dalam penggerebekan kali ini ikut pula Kapolsek Kertak Anyar Iptu Vera dan Kasat Narkoba, Iptu Achmad Jarkasi mendampingi Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete. Petugas berhasil mengamankan ribuan pil setan dan empat tersangka.

"Kami akan uji barang bukti ke Balai POM untuk mengetahui kandungannya dan meminta keterangan saksi ahli terlebih dahulu, menurut pengakuan pemiliknya akan diedarkan ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah," tutur, Kasat Narkoba Polres Banjar, Iptu Achmad Jarkasi.

Disinggung tentang identitas pelaku, Kasat Narkoba yang akrab disapa Jarkasi ini enggan menjawab karena demi untuk kepentingan penyidik. Diungkapnya Home Industri pil setan atau obat anjing ini disinyalir cara perederanya memakai sistim ranjau, hingga butuh infestigasi yang lebih dalam untuk mengukap lebih besar lagi. (Dd/Rif)

Posting Komentar