Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Pelaku Saat dikeler petugas (Nur Chambali,memo)

Sidoarjo-memo. Mengaku sebagai polisi lantas mecabuli gadis Anak Baru Gede (ABG) pelaku Muh Muzaki (21), warga Desa Trosobo, Kecamatan Taman, Sidoarjo terpaksa ditangkap petugas. Pasalnya, pelaku yang bekerja sebagai karyawan pabrik sandal ini harus berurusan dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo, karena tega mencabuli sebut saja Anggrek (16) bukan nama sebenarnya, warga Wiyung, Surabaya di sebuah penginapan Bungurasih, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Kronologis terjadinya perbuatan cabul itu bermula saat korban bersama kedua temannya bermain di Kota Baru Driyorejo (KBD) Gresik. Usai bermain, korban mengajak dua temannya menggelar pesta miras sampai mabuk. Setelah itu, mereka mencari dua teman laki-lakinya yang ketika itu juga berada dilokasi yang sama dengan jalan sempoyongan.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Drs. Pol Himawana Bayu Aji SH. melalui Kasat Reskrim Kompol Muchamad Harris menyampaikan, pelaku menakut-nakuti korban dengan mengaku sebagai polisi.

"Nah, saat bertemu dengan dua teman laki-lakinya itu, datanglah tersangka ini sambil berkata "ada apa, pergi,,, pergi,,," ucap, Kompol Muhammad Harris menirukan kata tersangka saat press realis di halaman Mapolresta Sidoarjo, hari Jum'at (25/8/2017).

Mereka yang ketakutan, korban langsung dinaikkan teman laki-lakinya keatas sepeda motor untuk diantar pulang. Setelah berada ditempat sepi, tersangka yang sejak awal membuntuti korban yang dibonceng oleh temannya diberhentikan oleh tersangka. "Berhenti, saya dari polisi, perempuan itu siapa namanya, dimana rumahnya, sedang mabuk ya?," tirunya lagi.

Mereka tambah ketakutan. Akhirnya mereka berhenti dan tersangka mengajukan untuk membawa korban ke Rumah Sakit Siti Khodijah. Teman korban merasakan keanehan setelah korban dibonceng oleh tersangka menggunakan motor honda blide nopol W 5363 ZV, sehingga teman korban memutuskan untuk membuntutinya. Namun ditengah perjalanan, mereka kehilangan jejak. 

"Ternyata pelaku tidak membawa korban ke Rumah Sakit Siti Khodijah. Tapi dibawa ke sebuah pemginapan dikawasan Bungurasih,"terangnya.

Ketika di penginapan, lanjut Harris, pelaku menggerayangi tubuh dan memegang kemaluan korban. Setelah sadar, korban yang masih duduk di bangku kelas X tersebut melakukan perlawanan hingga akhirnya korban berhasil keluar dari kamar penginapan. "Setelah berhasil keluar, korban bertemu dengan pengemudi ojek dan mereka berdua diantar ke rumah korban sampai akhirnya pelaku diamankan oleh petugas," ungkapnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 82 ayat 1 UURI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak terkait tindak pidana cabul terhadap anak dibawah umur. "Tersangka diancam dengan pidana kurungan paling singkat 5 tahun dan denda minimal 5 miliar," pungkasnya. (Nh/rif)

Posting Komentar