Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Terdakwa Aulia saat sidang  (M.toha,memo)

Surabaya-memo. Nasi sudah terlajur menjadi bubur, penyesalanpun tidak ada guna. Mungkin itu kini yang dirasakan terdakwa dengan kasus kepemilikan satu liting daun setan (ganja) ini. Aulia Rachmania, terdakwa kasus kepemilikan satu linting ganja ini, tak kuasa membendung air matanya usai mendengar vonis 5 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, pada hari Rabu (2/8/2017) kemarin.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Katrin Sunita menuntut terdakwa 7 tahun 6 bulan, pada detik-detik sidang putusan  Majelis Hakim yang diketuai Maxi Sigarllaki menjatuhkan Vonis 5 penjara. 

"Menuntut terdakwa dengan hukuman 7 tahun 6 bulan (7,5 tahun)," terang, jaksa Katrin usai persidangan.

Usai tuntutan dibacakan, hakim Maxi langsung menggelar sidang dengan agenda putusan. Dalam amar putusannya, hakim Maxi menyatakan bahwa terdakwa telah terbukti melanggar pasal 111 ayat 1 huruf A UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. "Mengadili, menjatuhkan hukuman 5 tahun penjara kepada terdakwa," ujar hakim Maxi membacakan amar putusannya.

Hakim menyatakan, terdakwa secara sah dan menyakinkan telah terbukti menyalahgunakan narkotika berupa satu linting ganja. Meskipun hanya terbukti membawa satu linting ganja, namun hakim Maxi tanpa ampun menghukum terdakwa dengan vonis 5 tahun penjara.

Sebelumnya, terdakwa ditangkap anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak saat hendak menuju kostnya di Jalan Bringin Jaya I Surabaya pada Maret lalu. Usai ditangkap, terdakwa lantas dibawa menuju ke rumah kosnya.

Saat berada di kamar kosnya, polisi lantas melakukan penggeledahan dan berhasil menemukan satu linting ganja seberat 0,68 gram yang disimpan di atas lemari pakaian. Saat itu, terdakwa mengakui bahwa barang haram tersebut benar miliknya. Terdakwa dijerat dengan pasal 111 ayat 1 huruf A UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.( mth)

Posting Komentar