Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kepala Desa Glagah Arum saat usai diperiksa   (arief,memo)

Sidoarjo-memo. Diduga korupsi menghabiskan  Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2016 Kepala Desa Glagah Arum Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo, Kusmiyanto Lailatul (52) dijebloskan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Sidoarjo ke Lapas Delta Sidoarjo, hari Senin, (28/8/2017).

Pasalnya, Kepala Desa berpenapilan plontos ini diduga telah menyalah gunakan (APBDes) untuk kepentingan pribadi hingga ratusan juta rupiah. Alokasi Dana Desa (ADD) yang seharusnya digunakan untuk operasional pemerintah desa dan gaji perangkat desa namun faktanya malah digunakan untuk memperkaya diri sendiri.

Kepala Kejaksaan Negeri Sidoarjo H. Sunarto melalui Kasi Pidsus, Adi Harsanto SH, menyampaikan, pihaknya menahan Kades Glagah Arum untuk kepentingan  penyidikan. 

"Sebelum kami tahan, Ia kami tetapkan tersangka karena dua alat bukti sudah cukup," terangnya, pada media.

Lebih jauh, Adi menjelaskan, tersangka sebagai Kepala Desa telah melakukan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2016 senilai Rp. 225 juta. Uang tersebut seharusnya digunakan untuk kepentingan operasional desa. "Namun, uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi," ungkapnya.

Masih menurut Adi, tersangka dijerat pasal 2 ayat 2 Jo pasal 18 UU Tindak Pidana Korupsi. "Ancamannya minimal 4 tahun penjara," tegasnya.

Berdasarkan pantauan di lapanganan, Kades aktif yang menjabat sejak 2013 lalu itu digelandang menuju Lapas dengan menggenakan Mobil Evalia Nopol W 509 PP sekitar pukul 15.36 Wib. Dia tampak pasrah ketika keluar dari ruang Ketua tim Penyidik yang juga Kasi Datun Kejari Sidoarjo Komang Ray.

Kades Glagah Arum, Kusmiyanto sempat mengalihkan pembicaraan saat ditanyai media ketika mengambil gambar dan video saat berjalan dengan didampingi para petuga Kejaksaan menuju mobil tahanan.

"Saya disoting-soting, kayak waktu dulu saya melihat Al-Qur'an Raksasa ditemukan di Desa saya dulu itu,"alihnya.

Sementara, Ketua Tim penyidik Komang Ray menambahkan, anggaran dari ADD kucuran Pemkab Sidoarjo senilai Rp. 400 juta. Menurut komang, uang tersebut seharusnya digunakan untuk kepentingan gaji karyawan desa.

"Namun faktanya, uang tersebut dipotong senilai Rp. 255 juta untuk kepentingan pribadi. Apalagi, dalam laporan keuangan itu dipalsukan."ungkap, Kasi Datun, Komang Ray pada media. (rif)

Posting Komentar