Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : 19 Burung akan dimusnakan (Dedy Kurniawan, memo)

Sidoarjo-memo. Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya di jalan Juanda, musnakan 19 ekor burung yang berasal dari Shanghai - Tiongkok. Semua burung hasil sitaan tersebut diduga terindikasi terjangkit virus Highly Pathogenic Asian Avian Influenza (HPAI), pada hari Rabu (30/8). 19 ekor burung tersebut, terdiri dari tiga jenis burung yakni 6 ekor Burung Love Bird, 1 ekor Burung Sikatan Londo dan 12 ekor Burung Hwamei. 

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya, Dr. Ir. M. Musaffak Fauzi, SH. MSi. menyampaikan, 
"Pemusnahannya, burung tersebut di bius kemudian dibakar," terangnya, pada media, hari Rabu (30/8) dihalaman gedung HPAI.

Lebih jauh Musaffak menyampaikan, penyitaan burung yang dibawa oleh Ronaldo warga Tambak Laban, Surabaya dari Tiongkok tersebut, karena tidak memiliki dokumen kesehatan dari Negara asal. Disamping itu, ada pelarangan atas perdagangan unggas dari Cina ke Indonesia. 

"Karena disana sekarang diserang virus Highly Pathogenic Asian Avian Influenza (HPAI), atau di Indonesia biasa disebut dengan flu burung. Jadi sangat berbahaya, di Cina sendiri sudah ada 8 orang yang meninggal," ungkapnya.

Pemusnahan itu dikuatkan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan dan hasilnya, belasan burung yang ditaksir mencapai puluhan juta itu positif mengidap virus flu burung.

Kepala HPAI juga menghimbau pada masyarakat untuk membawa hewan langkah atau dilindungi harap dilengkapi oleh dokumen setidaknya ada surat keterangan dari negara asal. 

"Kalau sudah berada diluar bandara, tentu membawa akan kena pidana," pungkasnya, sambil menutup bincangnya pada media. (Ded/rif)

Posting Komentar