Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris (arief,memo)

Sidoarjo-memo. Adanya dugaan tindak pedana korupsi atas Pembangunan proyek Jalur Sepeda Ekstrem ( Track Sepeda Ekstrem) tahun 2015 bakal digelar oleh tim penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Proyek Jalur Sepeda Ekstrem yang dianggarkan menggunakan dana APBD tahun 2015 sebesar 1, 79 miliard itu diduga ada kerugian negara mencapai Rp. 500 - 600 juta. Dikeahuinya kerugian negara tersebut pasca menyusulnya hasil audit Bandan Pemeriksaan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji, melalui Kasat Reskrim Kompol Muhammad Harris menguraikan , pembangunan proyek track sepeda ekstrem diselidiki tim penyidik Unit Tipikor, Satuan Reskrim, Polresta Sidoarjo itu dibangun menggunakan APBD Sidoarjo Tahun 2015. Dalam proyek itu PT Sinar Cemerlang memenangkan tender proyek dengan nilai Rp 1.797.161.000. Sedangkan Konsultan Perencanaan digarap PT Indra Kila dengan anggaran Rp 89.221.000. Saat ini, proyek itu hanya membangun urukan dan jalur gunduan dari sirtu yang kini ditumbuhi ilalang. Padahal, rencananya ada tambahan dana pembangunan selanjutnya yang sudah dianggarkan di APBD Tahun 2016 akan tetapi akhirnya gelontoran anggaran tahun selanjutnya itu dibatalkan karena diselidiki penyidik Polresta Sidoarjo itu. 

"Hasil audit penyidikan memang sudah keluar kemarin. Hasilnya kerugian proyek (urukan) itu sekitar Rp 500 sampai Rp 600 juta," terang, mantan Kapolsek Simokerto Surabaya ini.

Masih Kasat Reskrim menambahkan, pihaknya mengakui dalam penyidikan perkara kasus dugaan korupsi ini, paling lama menunggu hasil audit BPKP. Bahkan, pihaknya juga mengetahui ada pergantian empat Kasat Reskrim hingga dijabat dirinya hasil audit BPKP baru keluar. 

Lebih jauh, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris menegaskan, pihaknya secepatnya akan lakukan gelar perkara dan ekspose untuk segera menentukan para calon tersangka dalam perkara kasus dugaan korupsi proyek di Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar), yang dalam hal ini sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang memiliki pekerjaan, dan PT Indra Kila sebagai Konsultan Perencana serta PT Sinar Cemerlang sebagai rekanan pemenang tender itu.

"Karena hasil audit kerugian negara sudah jelas. Kami (tim penyidik) segera menentukan siapa saja calon tersangka yang harus bertanggung jawab dalam mega proyek itu, dan kami pers rilliss pada media." pungkasnya. (rif)


Posting Komentar