Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kasat Reskrim Kompol Muhammad Harris saat memamerkan tersangka beserta barang bukti (Soetrisno, memo)

Sidoarjo,Memo
Tim satgas pangan Satreskrim Polresta Sidoarjo‎ mengamankan  tiga pelaku produsen mie instan yang diperuntukkan makan ternak, namun diolah lagi jadi mie instan dan diperdagangkan, ‎Mereka yakni Muhammad Basyori (42) warga Desa Keret Kecamatan Krembung, Muhammad Basyori alias Tamrin (40) dan Ali Murtadho (37), keduanya warga Desa Gampang Kecamatan Prambon kabupaten Sidoarjo.

Dengan modus, mie yang biasa nya diperuntukkan sebagai makanan ternak namun oleh para pelaku Mie Afalan tersebut diolah dan dikemas dengan merek Mei Mickey Joos dan Mei Cha Cha.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris menyampaikan, Makanan yang diolah tidak memperhatikan sanitasi lingkungan, higienitas dan tidak memiliki izin usaha.

"Setelah kami mendapat informasi dari masyarakat, hari Jumat (26/5) kami berhasil mengamankan tersangka Ali Muqtadho di wilayah Prambon," terangnya.

Masih lanjut Harris, Polisi melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan dua tersangka lain di daerah Prambon dan Krembung. Mie instan tersebut diperoleh dari PT KAS Gresik. Pelaku membeli dengan alasan diperuntukkan makanan ternak, Namun oleh pelaku dijual ke tersangka lain yakni Ali Murtadho dan M. Basyori alias Tamrin, diolah dan dikemas dan diberi merek kemudian diperdagangkan.

"mie yang seharusnya diperuntukkan makanan ternak dibeli kemudian diolah dan dikemas untuk dijual " imbuhnya.

Harris menuturkan pelaku memproduksi olahan ini sudah 9 tahun lamanya dan tidak memiliki surat edar dan BPOM. Selama 9 tahun, omzetnya Rp 2 miliar. Cara pengolahannya, mie tersebut diremukkan kecil-kecil  kemudian diberi bumbu .

"Tersangka memproduksi barang olahan yang tidak layak untuk dikonsumsi ini sudah sembilan tahun ,himbauan juga buat masyarakat makanan merek-merek tersebut karena cara pengolahan nya tidak sesuai peraturan." tuturnya.

Atas perbuatanya kini pelaku terancam 
‎dijerat pasal 134 UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan dan Pasal 135 UU RI No 18 tahun 2012 tentang pangan dengan hukuman maksimal Dua tahun penjara dan dengan denda maksimal Rp 4 miliar. (St/rif)

Posting Komentar