Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Bangunan Liar di Kalianak (Kusmani,memo)

Surabaya,Memo
Perkampungan liar di atas sungai Kalianak di RW 7 Kelurahan Morokrembangan Kecamatan Krembangan yang akan dilakukan penertiban oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Keresahan warga Kalianak Timur yang akan digusur lantaran mendirikan Bangunan Liar (Bangli) di sungai Kalianak dijawab oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.
Risma menegaskan warga di sungai Kalianak memang harus segera ditertibkan.

Sebab sungai tersebut akan dinormalisasi agar tidak menyebabkan banjir berkepanjangan setiap kali air laut pasang dan hujan deras.
Menurut Risma, pemkot sudah melakukan survei di lapangan dan dialog dengan warga.

"Kami sudah kesana dan sudah mengumpulkan warga dibalai Kelurahan. Mereka mau kok untuk ditertipkan. Karena sunagi itu harus dikeruk dan dilebarkan."papar, Risma.

Ini karena sungai yang sejatinya memiliki lebar 30 meter kini hanya tinggal empat meter saja, lantaran dibangun rumah liar oleh warga.
Berdasarkan pendataan pemkot ada sekitar 100 KK di sana yang akan terdampak penggusuran.
"Tapi mereka akan kami berikan rusun. Nanti direlokasi," kata Risma.
Toh, menurut Risma kalau mereka bertahan tinggal di sana tidak baik untuk kesehatan. Lantaran kualitas sanitasi yang buruk.
Namun pihaknya belum bisa memastikan ke rusun mana mereka akan dipindah.

Mereka juga bisa dipersilahkan memilih rusun mana saja yang kosong dan bisa ditinggali warga.
Penertiban rumah liar ini akan dilakukan segera dalam waktu maksimal dua bulan ke depan.
"Setelah dilebarkan sungainya, kami juga akan bangun rumah pompa di sana. Untuk antisipasi penanggulangan banjir," kata Risma.
Di sisi lain, di sungai Kalianak saat ini sudah ada alat berat eskavator yang melakukan pengerukan sungai Kalianak.
Akan tetapi pengerukan dalam rangka normalisasi sungai ini belum menyentuh permukiman bangunan liar warga.
"Kami sudah beroperasi sekitar dua pekan di sini, kalau yang di permukiman warga di atas sungai itu nanti akan didatangkan alat berat lagi," ucap Slamet, operator alat berat dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, yang bertugas dilokasi. (Kus/mth)

Posting Komentar