Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Kantor Balai Desa Made Putro Sambikerep (Kusmani,Memo)

Surabaya-Memo. Oknum Kelurahan Made Kecamatan Sambikerep Surabaya diduga Palsukan Ikatan Jual Beli (IJB) milik salah satu warga. Permasalahan sengketa tanah yang berada diwilayah Kelurahan Made Kecamatan Sambikerep Surabaya ini sudah lama bergulir dan sampai detik ini belum terselesaikan. Pasalnya, lahan tanah yang dimaksud ada dua pihak yang masing-masing mengklaim miliknya, antara PT Ciputra Surya Tbk dan Sulaeman ahli waris dari bapak Selamin (almarhum).

Namun, dalam proses saling klaim lahan tersebut pihak PT. Ciptra Surya Tbk, bila didatangkan untuk klarifikasi dokumen kepemilikan tidak pernah mau datang, hanya dari pihak Sulaeman ahli waris dari Selamin yang datang.

Permasalahan sengketa lahan ini mencuat pada saat terbitnya surat Ijin Jual Beli (IJB) lahan milik Selamin (almarhum) tersebut pada tahun 1982 silam. Namun, diketahui Selamin telah meninggal dunia pada tahun 1979, yang jadi pertanyaan siapa yang menandatangi IJB tersebut?.

Sulaeman  Ahli waris dari ( almarhum ) Bapak selamin, memaparkan, Seharusnya surat IJB muncul Harus disertai dengan dasar peralihan yang legalitasnya dibenarkan dimuka hukum, kalau orang sudah meninggal mana mungkin bisa tanda tangan Karena di tahun 1979 bapak selamin meninggal lalu kemudian tahun 1982  muncul IJB itu."ungkapnya, pada media.

,"ini sudah sangat jelas tidak masuk akal bahkan tidak benar dimuka hukum terkait pembuatan IJB tersebut dan diduga juga ada konsiparasi jahat untuk menguasai  Tanah milik Bapak saya (Selamin,red)."imbuh, Sulaeman.                                                                                         Saat disinggung apakah saat klarifikasi ke Kelurahan Made pernah menunjukan Kretek atau Leter C yang merupakan dukomen riwayat lahan tersebut. Pihak Sulaeman yang didampingi kuasa hukumnya Citra R Prayitno SH. mengatakan, Harusnya pihak Kelurahan berani menunjukan Kretek dan Leter c nya, karena itu adalah hak setiap warga negara. Jika ada jual beli tanah sesuai leter c 646 atas nama bapak selamin pada 1982 seharusnya para pihak ahli waris selamin keseluruhan yang tanda tangan karena selamin meninggal tahun 1979 tetapi para ahli waris tidak pernah merasa menjual tanah itu.                                                              
Sementara Citra R Prayitno SH. Saat dikonfirmasi wartawan terkait IJB yang telah dibuat mengatakan, " kami selaku kuasa hukum menilai bahwa IJB yang dibuat adalah cacat hukum dan batal demi hukum karena IJB dibuat 1982 sedangkan orang tua klien saya meninggal tahun 1979. Lalu siapa yang tanda tangan di IJB itu kalau orang tua klien saya sudah meninggal. Ini kan aneh."tegasnya.

Citra menambahkan, "kami akan terus mencari banyak Bukti, dan Kami selaku kuasa hukum menyarankan kepada kepala desa Made bapak gufron mendukung upaya hukum kami, karena kami selaku kuasa hukum akan melakukan upaya hukum terkait keanehan terbitnya IJB ini, jika masalah ini diteruskan dan saya berharap pak gufron dapat membenarkan bahwa tanah tersebut adalah tanah milik ahli waris alm. Selamin," pungkasnya.                                                                                   
Awal dari  terjadinya penyerobotan tanah ini menurut bapak sulaeman selaku salah satu ahli waris Merasa dibodohi oleh ulah oknum kelurahaan yang tidak bertanggung jawab.tanahnya diserobot dan dipasang plang oleh pengembang perumahan mewah PT. Ciputra surya tbk yang katanya membeli dari Bapak Asto salah satu warga desa made putro sambikerep Lakarsantri Surabaya mengaku juga sebagai pemilik tanah bapak selamin ( almarhum ) .                                                                                           menurut keterangan dari ahli waris bapak selamin menceritakan kepada media, bahwa kami adalah ahli waris sah almarhum selamin berdasar surat keterangan waris yang sah di muka hukum. Mendengar dari beberapa warga kalau tanah nya dikasih Plang oleh pihak bertuliskan milik PT.  Ciputra surya,  tbk, Pak sulaeman  yang merasa ahli waris langsung menempuh jalur hukum melalui kuasa hukumnya Citra R Prayitno untuk mengurus dan menindak tegas secara hukum pada pihak yang telah menyerobot tanah dan berupaya menguasai tanah milik orang tuanya Dengan  cara memalsukan IJB.

Sebab pak sulaeman tidak merasa menjual tanah milik peninggalan  ( almarhum ) selamin orang tuanya pada tahun 1982 dan bapak selamin telah meninggal pada tahun 1979. 

Pemilik tanah Resmi melakukan Tindakan melalui jalur hukum dan memperjuangkan Hak nya sebagai pemilik tanah bahkan menghujat pengembang PT Ciputra Surya Tbk yang telah berani memasang plang di tanah warisan ayahnya. 

Bapak sulaeman, selaku salah satu ahli waris dan pemilik tanah Resmi mengatakan sebenarnya sengketa tanah ini sudah terjadi sejak lama melalui kuasa hukum yang lama namun kuasanya telah kami cabut karena kami kesulitan koordinasi dengan kuasa hukum yang lama kemudian kasus ini dilanjutkan lagi melalui kuasa hukum  barunya.
                                             
Sementara Sekertaris Lurah Made yakni, Nurul Huda  dikonfirmasi dikantornya enggan menjawab pada hari Selasa, (30/5/17) Bahkan bapak nurul huda tidak mau memberi keterangan perihal masalah Kasus tanah Sulaeman. Pemilik tanah sudah diupayakan dimediasi tapi bapak asto tidak pernah datang.(ed/rif)


Posting Komentar