Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : terdakwa Nur Hadilah saat sidang dan usai persidangan 

Sudoarjo-Memo. Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo menjatuhkan vonis 1 tahun 6 bulan penjara terhadap Nur Hadilah sebagai terdakwa perkara kecelakaan maut yang mengakibatkan meninggalnya nyawa orang. Selama persidangan, warga Jl KH. Khamdani Desa Siwalan Panji Kec. Buduran, Kamis (4/5/2017) ini, tidak nampak ada rasa penyesalan diraut wajahnya. Nur Hadilah hanya sesekali menunduk dan mendengarkan dalil putusan yang dibacakan Majelis Hakim.

Sidang putusan perkara kecelakaan maut yang mengakibatkan meninggalnya wanita lanjut usia, dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim

"Terdakwa sudah menyebabkan nyawa orang meninggal," ungkap Ketua Majelis Hakim.

Menanggapi putusan tersebut, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan menerima. Sebelumnya, Nur Hadilah  dituntut 1,6 tahun penjara oleh JPU, Eka Prasetya.

Terdakwa diduga berkecepatan tinggi saat membawa motor  sampai akhirnya menabrak seoarang Nenek yang berada di pinggir jalan, dan mengakibatkan korban meninggal.

Perbuatan terdakwa dikenakan pasal 310 (4) UU Lalu Lintas Angkutan Jalan No 22/2009. Dalam hal kecelakaan, karena kelalaiannya mengakibatkan korban meninggal dunia.

Sementara Pihak keluarga korban, Hj. Asma anak korban keberatan dengan vonis yang dijatuhkan kepada terdakwah, karena selama ini terdakwah tidak punya iktikad baik kepada keluarga korban, "Vonis hakim terlalu ringan, saya tidak terima, Selama ini terdakwah tidak punya iktikad baik kepada kami, harus dihukum se adil -adilnya," pungkasnya dg nada kesal.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Prasetya saat mau dikonfirmasi koran memo mengatakan, "saya masih banyak sidang."cetusnya, sambil mempercepat langkahnya menghindari wartawan usai persidangan tanggal (4/5/2017).

Agenda putusan perkara kecelakaan maut yang menghilang nyawa orang ini juga dihadiri keluarga dari korban. (nc/rif)

Posting Komentar

  1. Aduuh,,,? Apa dasar pertimbangan hakim yg hanya memberikan vonis 1,6thn kepada terdakwa ?.apakah itu tdk terlalu ringan ?.

    BalasHapus
  2. Kurang berat itu. Masak hukumannya cuma segitu

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Nyawa seorang ibu sekaligus nenek hanya dihargai dengan 1,6thn penjara...adilkah????apalagi mengingat terdakwa tidak memiliki itikad baik n tidak menunjukkan penyesalan..adilkah????

    BalasHapus
  5. Saya berharap Dan berdoa kepada Allah Agar Jaksa Penuntut Umum Panitra Dan Hakim mendapat Musibah yang sama.
    Agar mereka Tau Dan Merasakan apa yang Keluarga Korban Rasakan.
    Dan Saya mau tau apa yang Akan kalian lakukan.
    Semoga Allah mengabulkan doa saya. Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus