Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Tersangka saat digelandang di Mapolsek Karangpilang (Soetrisno,memo)

Surabaya-Memo. Berdasarkan surat Laporan Polisi (LP) 91/A/V/2017/JATIM/REASTABES SBY/SEK. KR.PILANG, Tanggal 23 Mei 2017, tentang dugaan tindak pidana pertolongan jahat membeli, menerima gadai atau karena hendak mendapat untung dari barang yang patut diduga/disangka didapat dari hasil kejahatan sebagaimana dimasud dalam Pasal 480 KUHP. Unit Reskrim Anti Bandit Polsek Karangpilang berhasil mengamankan residivis pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) berserta 1 Unit Motor yang diduga hasil kejahatanya.

Hasil ungkap kali ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Karangpilang Kompol Eko Widodo didampingi Kanit Reskrim Iptu Marji Wibowo beserta tim Anti Bandit mengamankan tersangka SL Bin Jais (36) warga Dusun Gutean, RT 06 RW 02, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan. Beserta Satu Unit Motor Honda Beat dangan Nopol N 4323 TBN warna Hitam, dengan Nomor Rangka (Noka) MH1JM1111GK060786, dan Nomer Mesin (Nosin) JM11EE1058859.

Pelaku berhasil ditangkap saat petugas melakukan giat Hunting Cipta Kondisi di jembatan Suramadu. Pelaku melintas dengan mengendarai sepeda motor kemudian petugas menghentikan pelaku & memeriksa lubang kunci sepeda motor terdapat lubang kunci rusak. Lalu, petugas minta supaya pelaku menunjukkan STNK sepeda motor tersebut. 

"Setelah STNK diperiksa ternyata noka, nosin dan warna sepeda motor di STNK tidak sama dengan Noka, Nosin dan warna kendaraan di Fisik sepeda motor tersebut."terang, Mantan Ditlantas Polda Jatim, pada memojatim, hari Rabu (24/5) diruangannya.

Dari keterangan pelaku 
sepeda motor diperoleh dari rekannya bernama Damin yang kini sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Karangpilang, Polrestabes Surabaya.

Lebih lanjut, Kapolsek Karangpilang Kompol Eko Widodo menambahkan, "pelaku adalah resedivis curanmor, dan pernah divonis 5 tahun penjara di Polres Mojokerto."ungkapnya.

Sementara petugas masih mengembangkan kasus tersebut dikhawatirkan adanya korban lain, mengingat pelaku adalah residivis antar kota. Kini tersangka terancam dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman hukuman Empat tahun penjara. (st/rif)

Posting Komentar