Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Oknum Desa Kwangsan saat dilakukan pemeriksaan dan Kantor Balai Desa Kwangsan

Sidoarjo-Memo. Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus), Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo mulai menyelidiki kasus dugaan korupsi penyimpangan penggunaan APBDes Tahun 2015 Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Dana Desa (DD) sebesar hampir Rp 1 miliar atau senilai Rp 934 juta. 

Sejumlah pejabat Desa Kwangsan bergantian untuk menjalani pemeriksaan tim penyidik Pidsus Kejari Sidoarjo terkait dugaan penyimpangan APBDes Tahun 2015. Pada hari Selasa (02/05/2017).

Perangkat Pemerintah Desa ini diperiksa oleh jaksa Guntur Arif Wicaksono. Pemeriksaan itu dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga sore.

Berdasarkan laporannya, APBDes Kwangsan Tahun 2015 itu dilaporkan salah seorang warga setempat. Kasus itu dilaporkan ke Kejari Sidoarjo lantaran laporan ke Polresta Sidoarjo tidak ada ujung maupun hasilnya sejak 1 Juni 2016 lalu.

Kasi Intelejen Kajaksaan Negeri sidoarjo Andri Tri Wibowo saat dikonfirmasi melalui selulernya membebarkan adanya pemeriksaan pejabat pemerintah desa tersebut. menyampaikan, "Memang hari ini ada pemeriksaan warga Desa Kwangsan. Tapi, yang tahu banyak Pak Kasi Pidsus," terangnya, hari Selasa (2/5).

Untuk saat ini penyelidikan APDes Tahun 2015 Desa Kwangsan Kecamatan Sedati fokus ke bersumber dari pendapatan desa, bantuan keuangan Kabupaten Sidoarjo dan dari pemerintah pusat dengan nilai total Rp 943,4 juta. Selain itu dari pendapatan yang seharusnya lebih dari Rp 1 miliar akan tetapi diduga tidak masuk dalam APBDes Tahun anggaran 2015 dan diduga tidak dapat dipertanggung jawabkan dengan benar sesuai ketentuan sebesar Rp 260 juta dari dana partisipasi pihak ketiga.

Lebih lanjut, mantan Kasi Intel Kejari Batam ini menambahkan, bantuan keuangan dari pusat berupa Dana Desa (DD) sebesar Rp 277,5 juta yang seharusnya dipergunakan sesuai Permendes No 5 Tahun 2015 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2015, akan tetapi dalam realisasinya diduga tidak sesuai dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) serta besar dugaan pembangunan sejumlah pos kamling yang tidak dibangun di atas tanah desa dan sebagian yang diduga pembangunannya fiktif lantaran realisasinya hanya perawatan. Bukan hanya itu Tim Penyidik juga mengembangkan  pembelian laptop, kamera, serta retribusi.

"Perkaranya sudah ditangani Pidana Khusus," pungkasnya.

Diwaktu yang sama Kasi Pidsus Kejari Sidoarjo, Adi Harsanto saat dihubungi melalui ponselnya tidak memberikan jawaban sama sekali. Termasuk saat ditanya mengenai siapa saja yang diperiksa saat itu.

Sekedar diketahui perkara dugaan korupsi Desa Kwangsan Kecamatan Sedati Sidoarjo. Mencuat karena adanya laporan dari warga yang datang melaporkan ke Inspektorat, Sekda, BPD, dan Polresta Sidoarjo, dengan surat laporan pada tanggal 10 Mei 2016 lalu atas nama pelapor Suwito (53th) warga jalan Wagir Indah RT 11, RW 06 Desa Kwangsan, Sedati Sidoarjo.

Dengan tindak lanjut dugaan perkara korupsi APBDes ini, bukti bahwa korps Adhiyaksa Sidoarjo tidak main-main dala penanganan tindak pidana yang kerap meresahkan masyarakat. (ss/rif)

Posting Komentar