Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : miras dan wanita sexi di Cafe "Jabon Asri" (Slamet, memo)

Sidoarjo, Memo
Maraknya peredaran Minuman Keras (Miras) diwilayah Kabupaten Sidoarjo kian meresahkan masyarakat. Pasalnya, peredaran Miras bukan hanya tersedia di tempat-tempat Rumah Hiburan Umum (Karaoke) saja. Namun, perederan Miras  juga tersedia di warung yang berkedok Warung Kopi atau warung remang-remang.

Seperti yang telah diberitakan beberapa waktu lalu oleh media ini sebelumnya. Warung yang berada di kawasan Desa Karang Puri Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo, selain menyediakan minuman keras juga menyediakan wanita-wanita berpenampilan sexi untuk menemani dan memanjakan pengunjungnya. 

Wanita berpenampilan sexi ini bertugas menemani dan menuangkan minuman ke gelas. Selain itu dari hasil infetigasi yang berhasil dihimpun tak jarang wanita berpenampilan menggoda iman ini juga bisa dipesan untuk acara lanjut diluar.

Namun, ironisnya sampai sepekan menjelang bulan suci ramadhan tidak ada tindakan apapun dari pihak terkait. Walaupun sebelumnya Kasi Trantip Satpol PP Kecamatan Wonoayu, Buang Slamet pernah menyatakan akan mengambil tindakan tegas dan melakukan penertipan ternyata hanya hisapan jempol. Menurut keterangan warga setempat warung remang-remang yang meyediakan miras dan wanita penghibur itu sudah lama beroprasi tanpa dilengkapi ijin (Minhol) dan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) namun hingga detik ini bebas beroprasi ada dugaan Cafe "Jabon Asri" memberikan upeti terhadap instansi terkait hingga tidak terjamah oleh petugas.

"saya akan operasi terkait warkop yang berjualan miras, nanti operasi akan dibantu dari Polsek dan Koramil,untuk waktu dirahasiakan."ujar, Buang Slamet, seperti yang telah diberitakan oleh media ini, beberapa waktu lalu.

Namun dari penelusuran koran memo Cafe "Jabon Asri" bisa bebas beroprasional selama kurang lebih Tiga tahun diduga karena memberikan upeti kepada beberapa oknum hingga sampai saat ini tidak terjamah oleh petugas.

Sementara Kepala Desa (Kades) Karang Puri, M Yaib mengaku sudah berkali-kali memberikan teguran kepada pemilik warung namun tidak dihiraukan. "saya sudah menegur untuk tidak berjualan miras, tapi tidak dihiraukan."akuhnya.

Selama ini Satuan Polisi Pamong Praja Sidoarjo bilamana dikonfirmasi terkait maraknya peredaran Miras ditempat Karaoke yang berkedok keluarga, dan yang kini menjalar ke Warung Kopi (Warkop) jawabnya klasik, menunggu surat Bantuan Penertipan (Bantip) dari Disperindag setempat untuk melakukan tindakan. (ss/rif)

Posting Komentar