Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : pelaku dan barang bukti 1 Unit motor saat digelar petugas Polsek Taman (foto, Slamet)

Sidoarjo-Memo. Tak kuat membendung keinginan pulang kampung (pulkam) Adi Bagus Waluyo (21), nekat memilih jalan pintas yang salah. Dia diamankan polisi setelah terbukti membawa kabur sepeda motor di tempat kerjanya.

Akibatnya, pemuda asal Desa Kepung, Kediri itu harus mendekam di jeruji besi ruang tahanan Mapolsek Taman.

Informasi yang dihimpun koran memo, cerita itu bermula saat pelaku mendapat pekerjaan di Kota Delta Minggu (30/4) lalu. Adi menjadi pegawai sebuah toko bunga. Namun, sulung dari enam bersaudara itu ternyata tidak betah jauh dari keluarga. Dua hari berselang, keinginannya untuk pulang kampung dan kumpul dengan keluarga semakin tak bisa ia bendung.

Saat bersamaan, Adi juga merasa uang di kantongnya tidak mencukupi buat bekal pulang kampung, Lantas ia mulai mengatur strategi rencana jahatnya dan berniat membawa lari motor Honda Scoopy nopol L 4845 MA milik salah satu saudara majikannya bernama Ana Febrian, yang biasa datang ke toko pada siang hari.  Nahas, aksi nekat Adi kepergok pemilik kendaraan ketika hendak menyalakan mesin motor.

Saat korban menerikainya "maling", Adi bergegas melarikan diri dengan menggeber motor curiannya menuju ke arah barat. Korban (Ana, red), yang mengetahui motornya dibawa kabur pelaku, ia segera menghubungi saudaranya yang juga seorang polisi di Mapolsek Taman. Sejumlah petugas lantas langsung melakukan pengejaran. Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 15.00 WIB, Adi berhasil diringkus polisi saat tengah melintas di depan Pasar Mojoagung, Jombang.

Kapolsek Taman Kompol Sudjut mengatakan, dalam kasus ini penyidik menerapkan pasal pencurian, bukan kasus penggelapan. Sebab, korban mengetahui ketika motornya hendak dibawa kabur oleh pelaku. "Korban sempat berteriak, tapi tidak dihiraukan," terangnya, Kamis (4/5).

Dikatakan pula, sebelum akhirnya pelaku berhasil ditangkap. Aksi kejar-kejaran sempat berlangsung. Namun demikian, pelaku akhirnya berhasil ditangkap di wilayah Jombang.

Lebih lanjut, Mantan Kasattahti Polrestabes Surabaya itu juga mengapresiasi sikap tanggap personelnya. Dia menegaskan, pengejaran terhadap pelaku kejahatan memang harus dilakukan sesegara mungkin. Dengan begitu peluang pelaku untuk menghilangkan jejak menjadi lebih kecil. "Jadi, bisa tertangkap secepatnya," tegasnya. (ss/rif)

Posting Komentar