Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Foto : Lokasi penambangan beserta peralatanya

Bojonegoro-Memo. Jajaran Sat Reskrim Polres Bojonegoro amankan 4 penambang ilegal. Penggerebekan penambangan ilegal dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Sujarwanto SH, pada Sabtu (13/05/2017) pukul 11.00 WIB kemarin siang, dilokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP). langkah tegas ini dilakukan oleh petugas karena diketahui tersangka PAR (56) warga Dusun Ngaglik Desa Kedungadem Kecamatan Kedungadem Bojonegoro, melakukan kegiatan penambangan secara ilegal tanpa dilengkapi secuil surat ijin apapun ditepat penambangan Desa Tundomulo Kecamatan Kedungadem.

Dalam penindakan tersebut, petugas mengamankan 4 orang pelaku, diantaranya PAR, selaku pengelola dan pemilik lahan, SM, sopir truk dan bertindak selaku  pembeli, SY, selaku Operator Eskavator dan PW, selaku ceker penjualan. 

Untuk saat ini, para pelaku tidak ditahan namun proses penyelidikan masih terus dijalankan. 
Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Sujarwanto SH, kepada media ini menerangkan, "bahwa kronologi penangkapan berawal saat anggota mendapat informasi dari masyarakat, tentang adanya kegiatan 
penambangan tanah urug yang diduga tanpa ijin, selanjutnya petugas mengecek lokasi ternyata benar."terangnya.

"Saat petugas melakukan pemeriksaan dan menanyakan perijinan, pengelola tidak dapat menunjukkan perizinannya."ungkap, AKP Sujarwanto.

Sementara atas kejadian ini, petugas berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) berupaN, 1 (satu) unit alat berat Eskavator merk TEKAUCI 150 warna merah putih, dan 1 buah buku catatan penjualan serta uang tunai hasil penjualan sebesar Rp. 1,1 juta, diamanka. untuk mempermudah penyelidika lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dipasang police line (garis polisi).

"Saat ini, para pelaku tidak ditahan namun proses penyelidikan masih terus berlanjut." imbuh, Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya, para pelaku disangka telah melakukan usaha pertambangan tanpa IUP, IPAR atau IUPK sebagaimana dimaksud pada Pasal 158, Undang-undang RI Nomor 4 Tahun 2009,  tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, diancam dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. (ar/kus)

Posting Komentar