Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement



Teks foto : Dokter Gunawan Angga Husada bersama YW yang diduga jadi wanita idaman lain (WIL).

Surabaya-Memo. Malang nian nasib yang dialami Inggrid Wiradinata Sutjiono (47), Ibu dua anak yakni Isabella (17) dan Benyamin (10) ini mendapat perlakuan tragis justru dari suaminya,  dr. Gunawan Angga Husada (49).  
    
Kepada wartawan, Inggrid bercerita panjang tentang kondisi keluarganya yang berada di ujung tanduk. Bagaimana tidak, dia digugat cerai oleh dr Gunawan Angga Husada. Tidak cukup disitu, dr Gunawan Angga Husada melaporkan Inggrit ke Polisi dengan tuduhan memalsukan tanda tangan surat kuasa dr Gunawan Angga Husada, untuk mengurus surat izin regristasi ke Ikatan Dokter Indonesia (IDI). 
    
Gunawan pun tega melaporkan Inggrid ke Polrestabes Surabaya dan dibuatkan laporan Polisi bernomor LP/1145/B/X/2016. Bahkan, kasusnya kini sudah dinyatakan lengkap alias P21 oleh Polrestabes Surabaya. 
    
Inggrid tak menyangka, jika suaminya dr Gunawan Angga Husada tega berbuat demikian. Padahal, ia tak pernah lelah berjuang demi kesuksesan suaminya itu. Semua urusan administrasi dan perkembangan usaha apotiknya, Inggrid semua yang menanganinya.     
    
Sedari awal, rumah tangga yang berjalan 18 tahun tak mengalami apapun. Harmonis. Begitulah kondisinya. Namun, ibarat air yang tenang, belum tentu tak ada ikannya. Justru, perjalanan rumah tangga Inggrid bersama dr Gunawan yang tampak harmonis itu, seketika berubah dengan kehadiran wanita berinisial YW (59). YW  yang kini jadi WIL  (Wanita Idaman Lain) didalam kehidupannya Gunawan ini disinyalir merupakan anggota BIPTK (Badan Investigasi Tindak Pidana Korupsi).
    
Meski usia dr Gunawan yang dikenal dokter diet ini terpaut 10 tahun jauh lebih muda dari YW, kenyataannya dr Gunawan terpikat dengannya. Kenyataan bahwa dr Gunawan berselingkuh membuat Inggrid begitu terpukul dan tersakiti. Ia tidak terima dengan perlakuan suaminya. 

Bukan cuma tidak dinafkahi sejak April 2016, tapi dia juga menghadapi sidang gugatan perceraian yang akan di gelar pekan ini.
    
Dari pengakuannya kepada wartawan, Inggrid mengatakan, bahwa nestapa yang menimpa rumahtangganya terjadi sejak April 2016 lalu. Saat itu, suaminya, dr Gunawan menerima pasien bernama YW. Layaknya hubungan pasien dan dokter, dia tidak menaruh curiga saat YW sering mendatangi tempat praktik suaminya di Jalan Cokroaminoto No 10 Surabaya.
    
Tapi lambat laun, Inggrid menaruh curiga manakala suaminya sering pulang dini hari, jam 01.00 WIB. Saat ditanya oleh Inggrit, dr Gunawan mengaku sedang belajar Forrect Option, tapi dilakukan dirumah pasiennya (YW). Mendapat jawaban itu, Inggrid tidak begitu saja percaya. Ia curiga, suaminya selingkuh. Bersama sopirnya, Inggrid kemudian menguntit kepergian dr Gunawan. Saat itulah, dia melihat sendiri dr Gunawan pergi ke rumah YW.
    
"Kecurigaan saya benar. Suami saya selingkuh dengan YW, dan itu sering dilakukan di rumah YW. Saya punya bukti-bukti berupa foto dan video, yang isinya suami saya berduaan di rumah wanita itu, bukan cuma hubungan antara pasien dan dokter. Hubungannya lebih dari itu," tandasnya.  

Lebih tragis lagi, Inggrid tahu bahwa dr Gunawan telah menggugat cerai dirinya di Pengadilan Negeri pada September 2016, dengan menggunakan pengacara bernama Hadi Kosasi, SH, yang berkantor di Jalan Bubutan Surabaya.
    
"Bukan hanya mau diceraikan saja, saya tak dinafkahi. Anak yang sedang menempuh pendidikan di Singapura juga ditelantarkan. Sebulan cuma dikirim S$ 3000 untuk apartemen. Itu tidak cukup, jatah uang untuk makan tidak ada. Akhirnya, saya dibantu keluarga," aku, Inggrid sambil matanya berkaca-kaca.
    
Kepedihan Inggrid bertambah saat dr Gunawan menuduhnya sering pergi ke mal dan hanya senang-senang tanpa memperhatikan urusan rumah tangga dan anak-anaknya. Tidak hanya itu saja, demi memuluskan niatnya untuk bercerai, dr Gunawan bilang bahwa dia telah pisah ranjang selama 7 tahun. 

"Fitnah, itu yang dijadikan dasar dr Gunawan untuk menggugatnya cerai," kata Inggrid. 
    
"Intinya, suami saya sudah dipengaruhi perempuan itu (YW). Saudara dr Gunawan marah dan kami tidak boleh cerai. Saya kasihan dengan anak-anak yang masih kecil," tambah Inggrid. 

Masih menurut Inggrid, dr Gunawan memberikan pilihan jika Inggrid tak mau dicerai, yakni dipenjara. Ya, saat ini, Inggrid sudah jadi tersangka atas laporan dr Gunawan dengan tuduhan memalsukan tanda tangannya. 

Tiap 2 minggu sekali, dia wajib lapor ke kepolisian. "Dokter Gunawan bilang, kalau mau dicerai, laporannya di kepolisian mau dicabut dan saya bebas. Sebaliknya, jika tidak mau cerai, laporannya akan dilanjutkan," ujar Inggrid. 

Inggrid menilai, laporan dr Gunawan tersebut tidak berdasar. Dia merasa tak pernah memalsukan tandatangannya. Anehnya, tandatangan yang dilaporkan dr Gunawan memakai spidol.
    
"Saya jadi istrinya selama 18 tahun, tiba-tiba saya dilaporkan ke Polisi. Saya dituduh pemalsuan tandatangan surat kuasa untuk mengurus surat tanda register, dan dia dirugikan karena tidak bisa praktik. Buktinya, sampai sekarang, dia masih buka praktik. Terus kerugiannya dimana?," ujarnya.
    
Memang, kata Inggrid, surat kuasa tersebut sempat hilang saat diminta Gunawan pada Oktober 2016 lalu. Surat kuasa itu dibuat Gunawan pada Februari 2016 untuk mengurus izin praktik. Lalu pada Maret 2016, dia memasukkan berkasnya untuk mendapat rekomendasi ke IDI, dan diterima dr Samsul. Dan pada Juni 2016, dia memasukkan ke regristasi. 

"Tapi surat tanda register itu saya lupa menaruhnya," lanjut Inggrid.
    
Dikira sengaja tidak memberikan surat itu, Gunawan melayangkan somasi ke Inggrid. Kemudian, Inggrid melaporkan kehilangan ke kepolisian. Setelah dicari, surat itu ditemukan di lemarinya. 
    
"Tapi di bulan November, saya dilaporkan ke polisi atas tuduhan pemalsuan tanda tangan surat kuasa register dokter, dengan ancaman 6 tahun penjara. Padahal surat sudah ketemu, dan sudah saya serahkan ke Polisi sebagai bukti. Tandatangan yang katanya dipalsu, itu hanya rekayasa Gunawan untuk memudahkan niatnya menceraikan saya demi hidup dengan YW," pungkasnya. (spd/rif)

Posting Komentar