Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement



Foto : Karaoke Yayang dijalan K H Mukmin dan MX jalan Pahlawan

Sidoarjo-Memo. Menjamurnya tempat-tempat hiburan malam di Kabupaten Sidoarjo sangatlah wajar mengingat kota yang akrab dikenal dengan sebutan kota delta ini berdampingan dengan kota Surabaya yang menjadi bagian dari salah satu kota metropolis. 

Namun, bila maraknya tempat Rumah Hiburan Umum (RHU) ini tidak disertai dengan kelengkapan perijinan yang telah ditentukan oleh pemerintah. Maka secara tidak langsung berdampak dengan hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Dari penelusuran koran memo ,banyak tempat hiburan malam (Karaoke) dalam prakteknya tidak sesuai dengan ijin yang diterbitkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Tercatat, Puluhan tempat Karaoke jadi ajang perederan Minuman Berakohol (Minhol) dan penyedia Promotion Relation (Purel). Seperti, Karaoke Yayang di jalan KH Mukmin, KTV & Pool dijalan Gajah Mada, MX, Happy Pupy, X2, dan K- bro. Wanita berpenampilan sexi sebagai pemandu musik akan memanjakan pengunjungnya.

Sementara, Kabid Disperindag Dana Iriwati mengakui kalau pihaknya belum pernah turun langsung kelapangan terkait maraknya peredaran Minuman Berakohol (Minhol) tersebut saat dikonfirmasi. " memang kami belum pernah lakukan pemantauan secara langsung dilapangan, jadi tidak tau kalau ditempat karaoke itu ada Minhol." terangnya, saat dikonfirmasi fia seluler pada hari Selasa (26/4) lalu.

Dana Iriwati menambahkan, pihaknya selama ini belum pernah mengeluarkan ijin Minhol walupun itu ditempat Karaoke. " bila mana ada peredaran Minhol ditempat Karaoke itu sudah menyalai aturan." tegasnya.

Diwaktu yang berbeda, Kabid Penindakan Satuan Polisi Pamong Praja Sidoarjo, Hari Sucahyono mengatakan, terkait banyaknya tempat Karaoke yang menyediakan Minuman Keras, itu tugas Disperindag untuk melakukan pemantauan dan mengambil tindakan dengan mengirimkan surat Bantuan Penertiban (Bantip) ke Satpol PP. 
" itu pelanggaran dan kewenangan Disperindag. Disperindag bukan hanya mengurusi perdagangan saja." ungkapnya, saat ditemui koran memo diruangannya.

Sementara pemilik tampat Karaoke Yayang, Yuni saat dikonfirmasi terkait ijin usahanya menyampaikan, " disebutkan TDUP Karaoke begitu." singkatnya.

Sekedar diketahui dari hasil infestigasi koran memo, bebasnya peredaran Minuman Keras (Miras) diwilaya Sidoarjo yang diatas kadar 3% disinyalir lemahnya pantauan dari pihak terkait. Untuk melakukan penindakan Satpol PP dan Disperindag terkesan saling lempar tanggung jawab. Sampai berita ini diturunkan. (adr/rif)


Posting Komentar