Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement



Surabaya-Memo. Ketua Umum Parsindo (Perisai Swara Rakyat Indonesia), Jusuf Rizal  ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Ollies Datau atau akrab disapa Olivia Elvira. 
    
Penetapan tersangka tersebut diumumkan oleh Gubernur LIRA Jawa Timur, Sutrisno di Surabaya pada Jumat, 7 April 2017. "Status tersangka Jusuf Rizal yang pernah jadi Dewan Pendiri LIRA dikeluarkan oleh Kepolisan Daerah Sumatera Utara (POLDA Sumut), setelah melalui proses gelar perkara atas laporan Presiden LIRA bu Ollies Datau dengan nomor regristasi LP/343/III/2016 pada 26 April 2016," kata Sutrisno kepada wartawan di Surabaya. 
    
Alasan Ollies Datau melaporkan Jusuf Rizal, menurut Sutrisino, dikarenakan Jusuf Rizal mengklaim dirinya masih menjabat sebagai Presiden LIRA. Ditambah, Jusuf Rizal bilang bahwa Ollies Datau bukan lagi Presiden LIRA. Pernyataan Jusuf Rizal yang disampaikan di Medan itu kemudian diunggah di media sosial, dan menjadi viral. Hal itu membuat publik beranggapan bahwa Ollies Datau sudah bukan lagi Presiden LIRA. Tak terima dan merasa dirugikan, lalu Ollies Datau melaporkan Jusuf Rizal ke Polda Sumut dengan delik hukum sebagaimana dimaksud UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik). Atas penetapan tersangka itu, Jusuf Rizal terancam hukuman penjara maksimal 4 tahun, dan denda Rp750 juta. 
    
Sutrisno menilai, penetapan tersangka Jusuf Rizal oleh Polda Sumut merupakan keputusan yang telah memenuhi rasa berkeadilan masyarakat. Dengan penetapan tersangka itu, dia berharap tidak ada lagi asumsi di masyarakat dan kalangan birokrat yang menyebutkan bahwa ada dualisme LIRA, khususnya di Jawa Timur.  Secara tegas, Soetrisno menyebutkan bahwa LIRA hanya satu dan sah secara hukum di bawah kepemimpinan Ollies Datau sebagai Presiden LIRA. 
    
Jika ada pihak yang mengaku LIRA terutama di Jawa Timur, itu sifatnya ada kepentingan yang bisa menjerumuskan nama baik LIRA. Oleh karena itu, dia meminta kepada jajarannya serta kepada Bupati/Walikota LIRA se Jawa Timur agar tetap solid bekerja untuk masyarakat. Selain itu, dia menjelaskan bahwa pencemaran nama baik melalui media sosial menjadi hal yang besar dan berdampak buruk. Dia pun berharap agar proses hukum yang  melibatkan Ketum Parsindo ini terus dikawal. 
    
"Pencemaran nama baik yang ditujukan kepada siapapun adalah fitnah yang sangat kejam. Yang pasti, kami selaku pengurus DPW LIRA Jatim tetap solid, dan bekerja demi kepentingan masyarakat serta menjadi social control," ujarnya. Di sisi lain, selaku lembaga yang aktif berada di tengah-tengah masyarakat, DPP LIRA pada Senin (3/4/2017) menjalin kemitraan dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenegakerjaan, melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di kantor BPJS Ketenagakerjaan. 
    
Gubernur LIRA Jatim, Sutrisno yang hadir menyaksikan MoU itu bertekad akan memperkuat kerjasama yang sudah digagas DPP LIRA sampai ke Jawa Timur. Dalam waktu dekat, dia akan menjalin komunikasi dengan Kanwil BPJS Ketenagakerjaan, demi mendukung penuh program jaminan sosial bagi anggota dan pengurus LIRA khususnya di Jawa Timur. (rif/spd)

Posting Komentar