Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Terdakwa dan Kuasa hukumnya saat diruang sidang PN Surabaya. (nur)

Surabaya-Memo. Terdakwa dalam pokok perkara kasus penipuan dengan kerugian sebesar Rp 10 miliar. yakni, Setyo Hartono dalam fakta persidangannya melalui tim kuasa hukumnya Ronald mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

Permohonan penangguhan tersebut berdasarkan sakit yangbdideritanya. Terdakwa Tidak kuat berada didalam ruang tahanan yang jumlah nya kurang lebih 60 tahanan dan hampir keseluruhan nya perokok, sedangkan terdakwa mempunyai penyakit jantung, dan yang ditakutkan terdakwa nanti perkara belum selesai terdakwa drop dalam persidangan. dengan situasi yang dialami terdakwa sekarang ini.

Dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (10/4) lalu, terdakwa melalui Kuasa Hukumnya mengajukan surat penanguhan penahanan.

Kami juga selaku Kuasa Hukum terdakwa akan memberikan uang jaminan sebesar Rp 1 milyar kepada yang mulia. "Dan keluarga terdakwa juga siap menjadi jaminannya, disamping itu saya juga selaku kuasa hukum terdakwa siap bertanggung jawab," pinta, Ronald selaku Kuasa Hukum terdakwa kepada Majelis Hakim.

Ketua Majelis Hakim Mangapul Girsang, menjelaskan kepada awak media,saya sudah terima surat permohonan penangguhan tersebut dan sesuai prosedur, namun dikabulkan dan tidaknya permohonan terdakwa itu nanti dulu," tegas Mangapul pada media.

Perlu di ketahui Usai sidang Kuasa Hukum terdakwa Ronald SH mengatakan, pengajuan permohonan penangguhan penahanan sudah saya ajukan, namun kami menunggu jawaban dari Hakim. Yang jelas terdakwa mengalami sakit jantung dan terganggu dengan tahanan yang lain karena hampir seluruh nya perokok, dia (terdakwa) punya hak untuk permohonan penangguhan tersebut, dan uang jaminan juga sudah ada, sesuai dengan Undang-Undang yang ada.

"Jadi harapan kami semoga hakim mengabulkan permohonan penangguhan ini," pintanya.

Sekedar diketahui, Setyo Hartono diadili karena kasus penipuan sebesar Rp 10 milyar dengan korban Harto Khusumo, Direktur Utama PT TEMAS. Uang tersebut merupakan pengoperan hak sewa lahan milik TNI AL.

Dalam perkara ini Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Farkhan dan Agung rohaniawan menjerat terdakwa dengan pasal 378 KUHP. (nur/rif)

Posting Komentar