Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement

Bawa Sajam, Kaur Kesra Desa Sidokepung Divonis 3Bulan 15 Hari

Foto : Terdakwa Sultono Bin Purwo saat menjalani persidangan putusan (foto,Arif)

Sidoarjo-Memo. Lanjutan sidang perangkat desa bagian Kepala Urusan Kesejahteraan Rakyat (Kaur Kesra) Desa  Sidokempung Kecamatan Buduran Sidoarjo, Sultono Bin Purwo (52th) dalam pokok perkara kepemilikan Senjata Tajam (Sajam) dinilai secara sah dan meyakinkan oleh 
Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, menjatuhkan vonis hukuman 3 Bulan 15 Hari penjara serta membayar biaya perkara 2000 Ribu Rupiah.

Putusan itu dijatuhkan oleh majelis hakim dalam sidang lanjutan di PN Sidoarjo yang dipimpin hakim ketua Mulyadi SH. Rabu, (26/4/2017).Hukuman tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 1 tahun penjara. Tuntutan itu diberikan karena terdakwa dinilai secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana yang diatur dalam pasal (2) ayat (1) Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Namun, majelis hakim yang diketuai Mulyadi memutus 3 bulan 15 hari penjara dan membayar biaya perkara 2000 Rupiah.

Keputusan itu, menurut Ketua Majelis Hakim Mulyadi, didasarkan pada beberapa pertimbangan yang memberatkan dan meringankan, yang meringankan terdakwa yakni, terdakwah sopan pada saat sidang, juga mengakui kesalahan dan berjanji tidak mengulangi, terdakwa sebagai tulang punggung keluarga dan terdakwah sebagai Kaur Kesra masih di butuhkan Masyarakat. "Hal-hal yang meringankan terdakwah diantaranya sopan saat sidang, mengakui kesalahan, sebagai tulang punggung keluarga dan masih dibutuhkan masyarakat," terangnya, saat membacakan putusan.

Berdasarkan pantauan diruang sidang, Setelah mendengar putusan hakim banyak pendukung Sultono yang menangis terharu, ada juga yang mengucapkan Takbir.

Melihat putusan itu, penasihat Hukum terdakwa, Fandy Prabowo SH mengatakan menerima apa yang sudah menjadi putusan hakim. "Klien kami menerima keputusan Hakim," ucapnya, usai sidang.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aditiya SH akan melakukan banding, "Kita akan banding," pungkasnya.

Sekedar diketahui, kasus ini masuk kerana hukum. Sebelumnya Kepala Desa Sidokempung Elok Suciwati yang datang ke Polsek Buduran yang merasa ada ancaman dan percobaan pembunuhan yang mengancamnya dengan terlapor Sultono Bin Purwo, yang tak lain adalah bawahanya sendiri saat itu sebagai Kaur Kesra. (rif)

Posting Komentar