Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement



Foto : Suher saat dilarikan ke RSUD Sudoarjo dan Motor yang dibakar massa

Sidoarjo-Memo. Naas dialami Suher (21th) warga Desa Plososari, Kecamatan Grati, Pasuruan. Pasalnya, pemuda yang keseharianya berprofesi tukang (Rombeng) pencari barang bekas tersebut dituduh sebagai pelaku penjambretan dijalan Raya Suko, pada hari Rabu (07/03) malam.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 20.30 WIB. Suher tak bisa berkutik setelah ditangkap ramai-ramai oleh warga di persimpangan Jl Raya Desa Lebo, lebih tepatnya di perbatasan wilayah Kecamatan Candi dan Sidoarjo Kota. Selain menjadi bulan-bulanan massa, motor yang dibawanya pun menjadi sasaran amukan warga dan dibakar hingga tersisa kerangka bodi.

Informasi yang dihimpun di lokasi oleh memojatim sebelumnya, Suher yang mengendarai motor Satria bernopol N 5403 QU itu, dikabarkan telah mencoba melakukan penjambretan pada dua wanita di Jl Raya Suko. Lantaran tak berhasil merebut tas yang dibawa korban, lantas korban meneriakinya "Jambret-jambret". 

Mendengar terikan korban, sejumlah warga yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), langsung berhamburan keluar rumah dan berusaha menghadangnya (Suher, red). Setelah motornya berhasil dihentikan, pria yang dituding sebagai pelaku penjambretan ini, langsung dihadiahi bogeman mentah dan motornya dibakar.

Dikonfirmasi di ruangannya, Kapolsek Sidoarjo Kota, Kompol Rochsulullah, SH mengatakan, mendengar kabar ada pelaku jambret ditangkap warga, pihaknya segera memerintahkan anggotanya untuk bergegas menuju ke TKP tempat kejadian perkara. Untuk menghidari emosi warga yang sudah tak terbendung, sehingga pemuda asal kota Pasuruan ini langsung diamankan dan selanjutnya dilarikan ke RSUD Sidoarjo, guna menjalani perawatan tim medis.

"Saat ini, pria itu sudah kita amankan di mapolsek, berikut kerangka motornya yang dibakar warga," terangnya, Rabu (8/3).

Atas kejadian ini, polisi belum melanjutkan ke tahap proses penyidikan. Sebab, hingga saat ini belum ada korban maupun saksi pelapor yang hadir dan berkenan memberikan kesaksian. Sementara, dia diamankan atas dugaan telah melakukan percobaan penjambretan di Jl Suko.

"Jika dalam hitungan satu kali 24 jam, tidak ada korban maupun saksi pelapor yang berkenan memberikan kesaksian. Maka pemuda ini, akan diserahkan kembali ke pihak keluarganya. Hal ini, dimaksudkan agar polisi tidak disalahkan di kemudian hari," pungkasnya. 

Sampai berita ini diturunkan, belum ada warga yang bersedia menjadi saksi atau pun pelapor dan dimintai keterangan. (Kmd/rif)

Posting Komentar