Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement



Foto : Kasat Reskrim Kompol Manang Soebakti menunjukan barang bukti (BB) dan tersangka

Sidoarjo-Memo. Unit Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo berhasil ungkap Ratusan rokok ilegal berbagai merk. Selain beberapa rokok lokal yang diketahi palsu, petugas juga mengamankan pita cukai hasil scannan. Namun, saat dilakukan penggerebekan Satu pelaku yang diketahui adalah pemilik pabrik berinisial BK, berhasil lolos.

Terbongkarnya tempat pabrik produksi rokok palsu berlokasi di wilayah Tanggulangin ini, bermula informasi yang didapat dari masyarakat. Kemudian, laporan itu ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan ke lokasi dimaksud. Hasilnya, polisi mendapati sedang ada aktifitas produksi/pengepackan rokok ilegal, tanpa dilengkapi keterangan NPBWKC (Nilai Pokok Barang Wajib Kena Cukai), di sebuah rumah milik Eka Nur Aida di Desa Putat kecamatan Tanggulangin.

Dari beberapa barang bukti yang ditemukan di TKP, tak lantas membuat polisi menghentikan pemeriksaan. Bersamaan itu, petugas langsung mengintrogasi dua karyawan packing, yakni Eka dan Abd Mujib. Keduanya mengaku membeli pita cukai scan tersebut dari seseorang bernama Nuril, warga Sidoarjo, seharga Rp 40 ribu perball yang berisi 200 lembar pita scan. Atas keterangan itu, selanjutnya mereka (Eka, Mujib dan Nuril, red) dibawa ke Mapolresta Sidoarjo, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Much Anwar Nasir melalui Kasat Reskrim Kompol Manang Subeti memaparkan, salah satu pabrik produksi rokok ilegal di wilayah Tanggulangin ini sudah berdiri kurang lebih selama satu tahun. Dalam setiap bulannya, pabrik tersebut mampu memproduksi rokok ilegal sebanyak 30 ball, dengan berbagai merk nama rokok.

"Namun, pada saat dilakukan penggerebekan di TKP, pemilik pabrik berhasil kabur. Hanya beberapa pegawainya kita amankan untuk dimintai keterangan sebagai saksi," terang, mantan Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya, pada hari Senin (20/3).


Lebih lanjut, Manang menegaskan, tersangka yang kini menjadi DPO, telah melanggar Pasal 50 Jo pasal 14 UU RI No 39 tahun 2007, tentang cukai, Pasal 55 UU RI No 39 tahun 2007, tentang cukai. Akibat adanya produksi rokok ilegal ini, negara bisa dirugikan sekitar 1,5 milyar selama setahun.

"Terhadap tersangka BK, sampai saat ini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Sidoarjo" pungkasnya. (ss/kmd)

Posting Komentar