Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement



Sidoarjo-Memo. Satreskrim Polresta Sidoarjo meringkus pelaku Curat atas nama Anselmus Adi Moruk (22th), warga suku Atambua, Dusun Tala Desa Tukuneno Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. 
Adapun korbannya adalah dua warga yang sama-sama berdomisili di Perum Citra Harmoni, Desa Sidodadi Kecamatan Taman. Yakni, Antonius (37th) dan Arif Stariyanto (42th).

Tersangka yang menyandang status mahasiswa di salah satu fakultas di Surabaya ini, diamankan setelah terbukti telah melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan terhadap kedua korban tersebut. Atas kejadian itu, kedua korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah. 

Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum diketahui ada pencurian di rumah korban. Pada Minggu (26/2), sekitar pukul 14.00 siang, korban pergi meninggalkan rumah untuk berkunjung ke kediaman orang tuanya di Desa Sidodadi, Taman. Korban kembali pulang ke rumahnya, sekitar pukul 17.45 WIB. Namun, korban tersentak kaget setelah mendapati isi lemari yang berada di dalam rumah berantakan. 

Merasa penasaran, akhirnya korban menelusuri adanya jejak kaki yang nampak di tembok angin-angin rumah bagian belakang. Kecurigaan korban tertuju kepada salah satu pekerja kuli bangunan yang sedang bekerja di rumah tetangganya. Sebab, jejak kaki yang ia amati di tembok rumahnya, tidak jauh beda dengan kaitan munculnya jejak kaki pada dinding rumah sebelah. Korban yang kala itu merasa yakin, bahwa pelakunya adalah salah seorang pekerja tersebut, lantas korban melapor ke pihak berwajib.

Wakasatreskrim Polresta Sidoarjo, AKP Teguh Setiawan dalam acara press rilisnya mengatakan, pelaku berhasil ditangkap pada hari Kamis (3/3), sepekan pasca kejadian pencurian tersebut.

"Tersangka kita amankan saat berada di sebuah warung kopi, di wilayah Kali bader Surabaya,"teranya, pada media.

Lebih jauh dijelaskan Teguh, Rumah kedua korban ini berhadapan. Selain melakukan pencurian di rumah Anton (korban pertama, red), pelaku juga telah mencuri di rumah korban kedua, yang tidak lain adalah Arip. Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti (BB). Diantaranya berupa 1 buah handphone merk Smartfrend Andromax, 1 buah kamera merk Canon, 1 buah cincin perhiasan emas, 1 buah kalung berikut liontinnya, serta uang tunai yang diduga dari hasil kejahatan sebesar Rp 370 ribu. Selain itu, juga terdapat beberapa cincin batu akik dan 1 buah Lactop merk Asus.

"Tersangka kita jerat Pasal 363 ayat 5 KUHP, tentang Curat," tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan, pelaku bakal merasakan pengabnya hotel prodeo, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (Ss/kmd)

Posting Komentar