Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Ratusan aanggota GP Ansor dan Banser berdemo di depan Masjid Shalahuddin

Sidoarjo-Memo. Pengajian akbar di Masjid Shalahuddin perumahan Puri Surya Jaya, Gedangan Sidoarjo ricuh. Kericuhan terjadi saat Kholid Basalamah naik ke podium dan akan memberikan kutipan ceramahanya. Namun hanya selang beberapa menit, Ratusan anggota GP Ansor Sidoarjo dan Banser, menggelar unjuk rasa di depan Masjid Shalahuddin pada hari Sabtu (04/03).

Ratusan demonstran terus meminta Kholid Basalamah untuk turun dari podium. Setelah penceramah Kholid Basalamah turun dan sempat melakukan penceramah beberapa menit, langsung dikawal ketat dari para demonstran oleh pihak kepolisian.

Hal tersebut, karena dianggap dakwaan atau ceramahan yang disampaikan Khalid Basalamah dinilai mengandung unsur provokatif. Ketua GP Ansor Kabupaten Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin menyampaikan, aksi tersebut hanya untuk meminta kepada Khalid Basalamah agar tidak melakukan ceramah di pengajian akbar tersebut. Karena, ceramah yang disampaikan oleh Khalid Basalamah, cenderung mengandung unsur kebencian.

"Seperti dibeberapa media sosial (Medsos) dan lainnya bahwa beliau (Kholid Basalamah red) ini, isi pengajiannya mengandung provokatif dan menjelekan aliran yang lain. Ini yang tidak kita inginkan. Terkait pengajian ini kami tidak masalah, karena pengajian ini pengajian rutinan dan kami sepakat,"tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Muh Anwar Nasir mengatakan, untuk menjaga situasi agar kondusif pihaknya meminta kepada panitia pengajian untuk mengganti Kholid Basalamah dengan penceramah lain. 

"Setelah kami lakukan mediasi, panitia sepakat bahwa yang bersangkutan tidak ceramah di sini," terang, Kapolresta Sidoarjo, Kombespol Much Anwar Nasir, pada media.

Untuk selanjutnya setelah Khalid Basalamah turun dari podium dan tidak melanjutkan ceramahnya, kondisi kembali tenang seperti semula. (ss/rif)

Posting Komentar