Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement



Foto : pelaku saat digelandang petugas dan Barang Bukti (BB)

Sidoarjo-Memo. Berasarkan info dari masyarakat bahwa ada industry ilegal diwilayah hukum Polresta Sidoarjo. Pada hari Kamis (09/03)  sekira pukul 10:30 wib. Anggota Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo turun kelapangan dan melakukan pemeriksaan tempat produksi pupuk cair yang diduga tidak ada ijin edar dari Menteri Pertanian (Mentan).

Setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa, perusahaan CV Sekar Sari yang berada di Jalan Bangah Jaya Indah VI/04, Desa Bangah, Kecamatan Gedangan Sidoarjo ini tidak mengantongi selembar ijin apapun.

Kaporesta Sidoarjo Kombes Pol Much Anwar Nasir, melalui Kabag Humas AKP Samsul Hadi menyampaikan, bahwa pupuk yang diproduksi CV. Sekar Sari tersebut diberi merk KCL Super dan NPK Sekar Sari (pendaftaran merk masih dalam proses) yang jenisnya pupuk an organik dengan bentuk cair.

Lebih lanjut Samsul menambahkan, bahan baku produk tersebut berupa Zinc Sulfat, Garam Inggris, Prust, Bibit Urea, Mangan Sulfat, Borrun, Tetes Tebu, Ferro, dan Bubuk Buah. Sebagian bahan baku tersebut diatas didapat dari toko Tidar Kimia dijalan Tidar Surabaya.

"CV Sekar Sari mulai membuat pupuk cair dengan merk KCL Super dan NPK Sekar sari tersebut, sejak Agustus 2016 yang aktifitas produksinya menunggu pesanan."ungkap, Samsul pada media saat konfrensi pers hari Jumat (10/03) siang.

Dalam operasionalnya CV Sekar Sari mempunyai 1 karyawan bernama SD (18th) warga Desa Ketro Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, yang bertugas sebagai mengemas pupuk cair kedalam botol, dan pemilik sekaligus bagian meracik bahan baku hingga menjadi pupuk adalah Soemadi (58th) warga jalan Banga Jaya Indah VI/04 Desa Bangah Kecamatan Gedangan.

Pelaku menjalankan bisnis pupuk ilegal dijual ke beberapa daerah yakni,  ke kelompok tani yang berada di Desa Padas,  Desa Talok Kabupaten Ngawi, Desa Sumoroto, Desa Nailan Kabupaten  Ponorogo, dan Desa Bandar Kabupaten Pacitan. Pupuk cair tersebut dijual seharga Rp. 10.000 untuk 1 botol ukuran 1liter pupuk merk NPK Sekar Sari, dan merk KCL Super seharga Rp.14.000.

"Pasal yang disangkakan, 60 ayat (1) huruf f junto pasal 37 ayat (1)  UU no12 tahun 1992 tentang sitem budidaya tanaman. Pasal 120 ayat (1) junto  pasal 53 (1) huruf b UU No 13 tahun 2014 tentang  perundustrian." tegasnya.

Barang Bukti (BB) yang berhasil diamankan oleh petugas sebagai berikut, 3 dus perekat cair dan pembasah merk, 2 dus pupuk cair merk NPK, 1 dus  berisi botol kosong, 1dus pupuk cair merk KCL, 1 dus berisi bahan baku pupuk bentuk bubuk, 1 bandel label merk KCL Super, dan 1 bandel merk NPK Sekar sari. (ss/rif)

Posting Komentar