Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement



Foto : Terdakwa saat diruang sidang dan kuasa hukum korban (Irma-red) Sunarno Edi Wibowo

Sidoarjo-Memo. Nampak pemandangan yang berbeda diruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Sidoarjo pada hari Rabu (15/03) agenda putusan dalam perkara (KDRT) tersebut dihadiri oleh pihak korban beserta keluarganya hingga ruang sidang nampak penuh oleh hadirnya keluarga korban yang mengikuti jalanya persidangan tersebut. 

Pasalnya, agenda sidang putusan atas kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh, Ivan Faridho (32th) yang merupakan anggota Polresta Sidoarjo, warga Banjar Bendo RT 01/RW 01 Kecamatan Sidoarjo menganiaya istrinya sendiri yakni, Irma Farida (30th). Pelaku
dijatuhi hukuman 4 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo. 

Majelis berpendapat perbuatan terdakwa terbukti melanggar pasal 44 Ayat 4, UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan KDRT.
"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan kekerasan fisik kepada Irma Farida," terang, Hakim Ketua Sih Yuliarti SH, saat membacakan putusan.

Diwaktu yang sama Kuasa Hukum Irma, yakni, Sunarno Edi Wibowo SH mengatakan,  bakal mengirimkan surat rekomendasi kepada Kajari Sidoarjo untuk melakukan banding. "Itu putusan VW (hukuman percobaan) sangat ringan, kami akan rekomendasikan banding," tegas, Pengecara senior itu pada media.

Sunarno Edi Wibowo berharap, agar ada tindakan tegas dari kesatuanya sebagai anggota Polisi, agar ada efek jera dan tidak terjadi lagi didalam institusi kepolisian. "Kapolres harus bertindak, ketika putusanya ini punya kekuatan hukum tetap, jangan sampai ada diskriminasi." tandasnya.

Sekedar diketahui, kasus penganiayaan ini terjadi, bermula saat Ivan Faridho yang merupakan seorang polisi berpangkat Brigadir itu kepergok istrinya sendiri sedang asik berduaan dengan Wanita Idaman Lain (WIL) di rumahnya Perum KNV Blok C Nomor 63 Sidoarjo. (rif)

Posting Komentar