Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Wakapolresta Sidoarjo AKBP Indra Mardiana saat menunjukan tersangka beserta Barang Bukti (BB). (rif)

SidoarjoMemo. Unit Tipikor Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo kembali berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap PJ Kepala Desa (Kades) Semambung, Kecamatan Gedangan, Raden Prayudi Santoso (50th) warga Jalan Tenis Meja Kelurahan Magersari Kecamatan Sidoarjo, atas dugaan permintaan uang kepada salah seorang pemohon pembuatan penertiban Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) sebesar 5 % dari harga tanah yang diperjual belikan tersebut.

Penangkapan itu sendiri dilakukan oleh anggota reskrim Polresta Sidoarjo di Kantor Desa Semambung, usai transaksi dengan pemohon atau pembeli tanah atas nama Suwaraswati, tersangka RPS itu meminta uang sebesar 5% dari harga pembelian tanah sebesar Rp 260 juta.

Menurut Waka Polresta Sidoarjo AKBP Indra Mardiana menyampaikan, uang yang diminta oleh tersangka, tidak ada landasan hukumnya. "Tidak ada aturan atau pedoman yang menyatakan memberikan 5% saat adanya pengajuan atau pembuatan/penerbitan SPJB itu," terangnya, pada hari Jumat (17/3/2017) pagi.

Lebih lanjut, AKBP Indra Mardiana menambahkan, dari OTT itu, petugas berhasil menyita barang bukti uang tunai sebesar Rp 10 juta dan satu lembar kwitansi berisi sudah terima dari Suwaraswati buat pembelian sebidang tanah seluas 130 m2.

"Untuk Subsidair, pasal yang dijeratkan, Pasal 11 UURI Nomor 20 tahun 2001. Pegawai Negeri sebagai penyelenggara negara yabg menerima hadiah atas jabatan yang diemban, patut diduga,"pungkasnya.

Dalam kasus ini, tersangka akan dijerat dengan Pasal 12 huruf e UURI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (ss/rif)

Posting Komentar