Diberdayakan oleh Blogger.

Advertisement


Foto : Ilustrasi

Sidoarjo-Memo. Pengembangan dalam kasus Pungutan Liar (Pungli) pasar Porong, Unit Tipikor Polresta Sidoarjo memanggil Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sidoarjo, Fenny Apridawati. 

Dia (red, Fenny Apridawati) dipanggil guna dilakukan pemeriksaan oleh Unit terkait kasus yang membelit bawahannya atas dugaan pungli sisa penarikan retribusi Pasar Porong. 

"iya benar, Sejak pagi saya diperiksa oleh Mapolres Sidoarjo sebagai saksi," terang, Fenny Apridawati saat keluar dari ruang pemeriksaan Tipikor Mapolresta Sidoarjo, hari Senin (27/03).

Lebih lanjut, Fenny mengaku ada 56 pertanyaan yang diajukan penyidik Unit Tipikor Polresta Sidoarjo. Hal itu berkaitan dengan pengelolaan retribusi pasar Porong 2016. Pihaknya mengaku tak tahu menahu persoalan tersebut. Bahkan, dirinya juga mengaku baru menjabat di awal tahun 2017. 

"Yang ditanyakan persoalan retribusi 2016. Tapi saya enggak tahu. Kan saya baru menjabat di awal 2017. Jadi, catatan itu yang saya berikan," katanya. 

Bahkan, saat ditanya tentang pengelolaan retribusi pasar Porong yang dipimpinnya, dirinya mengaku sudah menanyakan langsung pada Staff saat rapat, namun tak ada jawaban. "Sudah saya tanya setiap habis rapat. Gimana hasilnya, tapi enggak ada jawaban. Ya sudah," ketusnya. 

Atas kasus tersebut, pihaknya menyerahkan proses hukumnya kepada pihak kepolisian. "Untuk masalah siapa yang bertanggung jawab dalam hal itu, saya serahkan kepada berwajib untuk prosesnya," tandasnya. 

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Manang Soebeti saat merilis tiga tersangka mengungkapkan, pihaknya menengarai adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus ini. Meski begitu, pihaknya akan terus mengembangkan kasus tersebut hingga tuntas dan ada penetapan tersangka baru. 

"Untuk sementara masih kami lakukan audit, kira-kira sejak kapan dugaan pungli ini dilakukan," kata Manang. 

Berdasarkan hasil keterangan sebelumnya, uang setoran senilai Rp. 4,1 Juta perhari merupakan nilai batasan yang diberlakukan dinas Perindustrian dan Perdagangan pemkab Sidoarjo untuk disetorkan ke kas daerah. Namun fakta dilapangan, hasil retribusi perhari mampu mencapai Rp. 5 juta lebih. 

"Dari dinas minta Rp. 4,1 juta yang disetorkan. Nyatanya dilapangan hasilnya lebih. Harusnya tidak boleh ada lebih yang akan disetorkan ke kas daerah. Dan kami juga akan mencocokkan nomor karcis yang dikeluarkan oleh Disperindag," tegasnya.

Tidak hanya Kepala Dinas Disperindag yang dipanggil, Kepala Bidang Pasar Disperindag Kabupaten Sidoarjo, Nawari juga terlihat dihalaman Mapolres Sidoarjo untuk dilakukan pemeriksaan serupa. (ss/kmd)

Posting Komentar